Kirab Mahkota Binokasih Tuntas, Dedi Mulyadi Kembalikan Pusaka Sunda ke Keraton Sumedang Larang

Kirab Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang
Kirab Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang

Setelah menempuh perjalanan bersejarah ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, Mahkota Binokasih akhirnya kembali ke rumahnya. Ribuan masyarakat menyaksikan momen penuh haru saat pusaka Sunda itu diserahkan kembali ke Keraton Sumedang Larang.

SUMEDANG – Mahkota Binokasih resmi kembali ke Keraton Sumedang Larang setelah menuntaskan Kirab Budaya yang mengelilingi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Prosesi penyerahan berlangsung khidmat di Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pusaka bersejarah tersebut diserahkan kepada pihak Keraton Sumedang Larang dan disaksikan unsur Forkopimda, tokoh adat, budayawan, seniman, serta ribuan masyarakat.

Kirab Mahkota Binokasih menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya pusaka tersebut diarak ke seluruh wilayah Jawa Barat sebagai simbol persatuan, pelestarian budaya, dan kebangkitan spirit masyarakat Sunda.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyebut kirab budaya ini membawa dampak nyata, tidak hanya dari sisi budaya tetapi juga ekonomi.

“Dari sisi ekonomi memberikan implikasi yang cukup kuat. Hotel-hotel penuh, masyarakat tumbuh, kunjungan ke Jawa Barat meningkat dan beberapa daerah mulai tampak lebih bersih,” ujarnya.

Menurutnya, jutaan masyarakat terlibat dalam rangkaian kirab budaya tersebut.

“Peristiwa seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi di Jawa Barat,” katanya.

Dedi menegaskan, semangat yang lahir dari Kirab Mahkota Binokasih harus menjadi dorongan bagi setiap daerah untuk memperkuat identitas dan menata lingkungan dengan lebih baik.

“Seluruh daerah ke depan harus lebih baik. Kebersihan lingkungannya harus ditingkatkan, penataan wilayah diperkuat, tata arsitektur dibangun, branding daerah dikembangkan dan estetika kota harus dijaga,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga karakter kawasan bersejarah agar tetap selaras dengan nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Jangan langsung berpikir tentang hasil atau wisata. Fokus dulu menata kota dan memelihara desa. Setelah itu hikmah dan manfaat ekonomi akan datang dengan sendirinya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian Kirab Budaya Mahkota Binokasih.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, damai dan lancar. Masyarakat sangat menikmati proses ini dan saya yakin kegiatan ini memberikan makna, manfaat serta dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat,” ujar Dony.

Menurutnya, kirab budaya ini menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar lebih mengenal warisan Kerajaan Sunda dan nilai-nilai luhur karuhun.

“Masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, semakin memahami sejarah Kerajaan Sunda dan nilai silih asih, silih asah dan silih asuh,” katanya.

Bupati Dony berharap semangat yang lahir dari kirab budaya ini dapat mendorong masyarakat Sunda untuk terus maju dan menjaga warisan budaya leluhur.

“Mudah-mudahan spirit dari kirab budaya ini mampu mendorong masyarakat Sunda untuk terus maju, membangun daerahnya dan mewujudkan kehidupan yang gemah ripah repeh rapih loh jinawi,” pungkasnya.

Baca juga: