KORSUM.ID – Menjadi PNS bukan akhir perjuangan, tapi awal tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Setelah menjalani masa CPNS selama setahun terakhir, sebanyak 174 PNS Formasi Tahun 2024 resmi dilantik dan diambil sumpahnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan adalah amanah yang harus dijaga, sekaligus mengajak untuk tetap bersyukur, karena masih banyak yang berjuang untuk bisa sampai di titik ini.
“Berdasarkan data yang saya terima, dari 174 orang PNS yang di Lantik pada hari iniyerdiri dari golongan II sebanyak 13 orang, golongan III sebanyak 161 orang dengan jenis jabatan terdiri dari jabatan Fungsional 151 orang, jabatan pelaksana sebanyak 23 orang,”kata Bupati Sumedang dalam pidatonya beberapa waktu yang lalu di Pendopo Sekretariat Daérah Kabupatén Sumedang.
Komposisi ini menunjukkan, lanjut Dony, bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kapasitas birokasi melalui pemenuhan tenaga professional dan tenaga pelaksana yang saling melengkapi.
“Ini merupakan Investasi sumber daya manusia yang sangat strategis dalam mendorong peningkatan kinerja Pemerintah serta percepatan Pembangunan Daerah,”jelasnya.
Bupati Sumedang mengatakan bahwa Amanah dan Karakter ASN
sebagai bagaian dari generasi muda, bahkan didominasi oleh Generasi Z, yang memiliki keunggulan dalam hal adaptasi, kreativitas, dan ini merupakan potensi besar untuk mendorong transformasi birokrasi yang lebih modern dan inovatif.
“Menjadi ASN, tidak cukup hanya cerdas dan cepat, tetapi juga harus berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas yang di embannya, serta sebagai ASN harus siap di tempatkan dimana saja dan mampu menunjukkan kinerja nyata,”tandasnya dalam penyampaiannya.
Tidak hanya itu, Etika ASN di Era Digital bijaklah dalam bermedia sosial, pastikan apa yang ditampilkan mencerminkan profesionalisme menjaga Marwah Institusi, jadikan média sosial sebagai sarana untuk menginspirasi dan mengedukasi bukan sekedar menunjukan eksistensinya.
Bupati juga mengatakan soal kebijakan WFH dan Efesiensi Energi. Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, saat ini tengah menghadapi tantangan global termasuk krisis energi yang berdampak pada mengingatnya kebutuhan efesien khususnya dalam penggunaan bahan bakar.
“Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menerapkan kebijakan Flexible Working Arrangement termasuk pelaksanaan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sebagai efesiensi énérgi. Saya tegaskan bahwa WFH bukan berarti menurunkan kinerja melainkan harus dimaknai sebagai upaya untuk tetap produktif, terukur dan bertanggung jawab dengan berbasis pada capaian kinerja dengan pelayanan masyarakat harus tetap berjalan optimal tanpa kendala,”tegasnya.
Tidak hanya itu, dengan Gerakan Transfortasi Umum dan Efesien dengan WFH juga melakukan langkah konkrit melalui penyesuaian penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan ASN. Pembatasan penggunaan dinas maksimal 50% pada hari Senin, Selasa dan Kamis, Penggunaan Transportasi Umum pada hari Rabu serta tetap diberlakukannya penggunaan angkutan umum pada hari Jumat.
“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efesiensi anggaran, pengendalian konsumsi énergi, pengurangan polusi serat membangun budaya hidup sehat. Maka dari saya mengajak, khsusunya saudara yang baru diangkat, untuk menjadi teladan dan pelopor dalam mendukung kebijakan ini.
Menjadi PNS adalah impian dan kesempatan yang tidak semua orang bisa memperolehnya, karena itu jalani dengan penuh rasa sukur dan buktikan melalui kinerja terbaik.
“Saudara adalah generasi penerus penyelenggaraan Pemerintah di Kabupaten Sumedang teruslah belajar tingkatkan kapasitas diri dan bangun etos kerja yang tinggi, tetap semangat, luruskan niat dan bekerjalah dengan tulus untuk masyarakat,”Harapnya.

