SUMEDANG – Momentum peringatan Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448 tahun 2026 menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk para pelaku seni dan budaya di Kabupaten Sumedang. Ketua PSBS, Dede Suhendar yang akrab disapa Kang DS, menyampaikan pandangan sekaligus harapannya terhadap arah pembangunan budaya di Sumedang ke depan.
Menurut Kang DS, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu wilayah strategis dalam sejarah peradaban Sunda. Sumedang tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan warisan Kerajaan Sumedang Larang, tetapi juga sebagai pusat nilai, tata krama, seni tradisi, intelektualitas, serta spirit kepemimpinan Sunda yang terus hidup hingga saat ini.
“Dalam momentum HJS ke-448 ini, diperlukan kembali penegasan secara konkret bahwa Sumedang adalah puser budaya Sunda. Hal ini tidak boleh hanya bersifat simbolik, tetapi harus benar-benar hadir dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah yang telah menghadirkan gelaran Ekosistem Budaya Kasumedangan sebagai ruang kolaborasi. Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah penting bagi sinergi antara pemerintah daerah, pelaku seni budaya, akademisi, pelaku UMKM, generasi muda, hingga masyarakat luas.
“Alhamdulillah, hadirnya ekosistem budaya ini menjadi angin segar bagi para pelaku seni. Ini menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun budaya secara bersama-sama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kang DS berharap rangkaian kegiatan HJS ke-448 dapat menghasilkan dampak nyata, di antaranya terbangunnya citra kuat Sumedang sebagai pusat budaya Sunda, terciptanya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku seni, tersedianya ruang ekspresi yang memadai bagi seniman lokal, serta semakin kuatnya identitas masyarakat Sumedang.
Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis Sumedang mampu memperkuat posisinya sebagai pusat kebudayaan Sunda yang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional.

