Aplikasi Digital Diluncurkan, Sumedang Bidik Zero Stunting

zero stunting sumedang
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka kegiatan “Digital Application for a Healthy Golden Generation” bertempat di Aula Gedung B PPBS Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Minggu (14/6/2026).

Perang melawan stunting kini tidak hanya mengandalkan posyandu dan pendampingan lapangan. Di Sumedang, teknologi mulai digunakan sebagai senjata baru untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat menuju Generasi Emas 2045.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka kegiatan “Digital Application for a Healthy Golden Generation” yang berlangsung di Aula Gedung B PPBS Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan tersebut menandai hadirnya inovasi digital yang diharapkan mampu memperkuat pemantauan kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurut Wabup Fajar, peluncuran aplikasi tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa inovasi digital tidak hanya sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam strategi penanganan stunting.

“Bagi kami, peluncuran aplikasi ini bukan sekadar peluncuran sebuah teknologi, tetapi simbol penanganan stunting dan pembangunan kesehatan,” ungkapnya.

Fajar menyampaikan apresiasi kepada kalangan akademisi, peneliti, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi melalui penyediaan data, riset, serta berbagai inovasi dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.

“Terima kasih kepada pihak akademisi dan seluruh mitra yang telah membantu menyediakan data dan melakukan berbagai kajian. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk membedah berbagai persoalan dan mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menegaskan target besar Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mewujudkan Zero Stunting.

Ia meminta Sekretaris Daerah dan seluruh perangkat daerah terkait untuk terus mengawal program penurunan stunting secara berkelanjutan.

“Saya titip kepada Bu Sekda dan seluruh jajaran untuk terus mengawal penanganan stunting di Sumedang. Kita harus bekerja bersama, bergerak bersama, sehingga cita-cita mewujudkan Sumedang bebas stunting dapat tercapai,” tegasnya.

Menurut Fajar, keluarga memiliki peran sentral dalam melahirkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pemenuhan gizi, kesehatan, dan pola asuh yang baik.

“Keluarga adalah pondasi awal dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Dari keluargalah lahir anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Fajar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul.

“Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 tidak lahir secara kebetulan, tetapi harus dipersiapkan sejak hari ini, dimulai dari keluarga yang sehat, anak-anak yang tumbuh optimal, dan lingkungan yang mendukung. Jika anak-anak kita tumbuh kuat dan cerdas, saya yakin Indonesia Emas 2045 akan terwujud,” pungkasnya.

Baca juga: