Bupati Dony Dorong Sekolah Ramah Lingkungan, Sampah Jadi Tantangan Besar di Sumedang

sekolah ramah lingkungan sumedang
kegiatan Vidya Caryena III Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang bertempat di Aula Tampomas Setda, Rabu (6/5/2026).

Persoalan sampah kini bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda. Di Sumedang, sekolah mulai didorong menjadi pusat perubahan.

SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendorong Program Sekolah Ramah Lingkungan. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Vidya Caryena III Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas Setda, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Shahnaz Haque dan Pandawara Group yang dikenal aktif dalam isu lingkungan dan perubahan sosial.

Menurut Bupati Dony, program sekolah ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan sampah di Kabupaten Sumedang yang pada tahun 2024 tercatat mencapai lebih dari 176 ribu ton.

Ia mengatakan, Pemkab Sumedang kini mendorong penerapan konsep Zero Waste School di lingkungan pendidikan. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga membangun karakter siswa agar memiliki kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini.

“Kita ingin sekolah menjadi pusat perubahan. Bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan,” ujar Bupati.

Dony menjelaskan, implementasi program dilakukan melalui berbagai pembiasaan positif di sekolah. Salah satunya dengan membiasakan siswa memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara konsisten.

Menurutnya, perubahan mulai terlihat dari lingkungan sekolah yang semakin bersih dan meningkatnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.

“Hari ini kita melihat perubahan nyata. Sekolah menjadi lebih bersih, siswa lebih peduli terhadap lingkungan, dan dampaknya mulai dirasakan hingga ke masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap gerakan sekolah ramah lingkungan dapat terus berkembang dan menjadi budaya bersama, tidak hanya di sekolah tetapi juga di tengah masyarakat.

“Ini menjadi komitmen kita untuk terus kita lakukan, kita tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga sedang membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan,” pungkasnya.

Baca juga: