KORSUM.ID, Sumedang – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan kepada seluruh kepala desa agar memastikan tidak ada satu pun warga yang mengalami kelaparan maupun kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Apabila pemerintah desa tidak mampu mengatasi persoalan tersebut, kepala desa diminta segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang agar bantuan dapat segera disalurkan.
Pesan itu disampaikan Bupati saat melantik dua Kepala Desa Antar Waktu (PAW), yakni Kepala Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari, dan Kepala Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, di Gedung Negara, Kamis (30/7/2026).
Pemkab Siapkan Cadangan Pangan dan Bantuan Air Bersih
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan pangan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, warga yang mengalami kesulitan air bersih dapat memperoleh bantuan melalui layanan darurat 112 setelah dilakukan verifikasi oleh pemerintah desa.
“Jangan ada satu pun warga kita yang kekurangan makan. Jika desa tidak kuat, segera laporkan ke kabupaten karena kami memiliki cadangan pangan. Begitu juga jangan sampai ada warga yang kekurangan air bersih. Cukup hubungi layanan 112, nanti BPBD, PDAM atau PMI akan datang memberikan bantuan air bersih secara gratis,” tegas Dony.
Menurutnya, proses verifikasi oleh kepala desa diperlukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Desa Diminta Taat Aturan dan Terus Belajar
Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Bupati mengingatkan para kepala desa agar menjalankan pemerintahan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pahami aturan. Jika sudah memahami aturan, laksanakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sedikit pun keluar dari aturan,” ujarnya.
Ia juga mendorong aparatur desa terus meningkatkan kapasitas melalui proses belajar, membaca berbagai referensi, serta memperdalam tata kelola pemerintahan desa.
Pembangunan Desa Harus Berbasis Data
Bupati Dony menegaskan bahwa setiap kebijakan desa harus disusun berdasarkan data yang akurat.
Kepala desa diminta memahami kondisi riil wilayahnya, mulai dari angka kemiskinan, stunting, pengangguran, anak putus sekolah, hingga rumah tidak layak huni.
“Kepala desa harus mengetahui data kemiskinan, stunting, pengangguran, anak putus sekolah, rumah tidak layak huni dan data penting lainnya. Pahami datanya, karena kita harus bekerja berdasarkan data,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan yang berbasis data akan menghasilkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Mitigasi Longsor Jadi Perhatian di Banyuresmi
Khusus kepada Kepala Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari, Bupati memberikan perhatian terhadap potensi bencana longsor mengingat wilayah tersebut berada di kawasan pegunungan.
Ia meminta pemerintah desa memperbanyak penanaman pohon keras sebagai langkah mitigasi serta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang berada di bawah tebing.
Apabila terdapat rumah yang dinilai berada di kawasan berisiko tinggi, Pemerintah Kabupaten Sumedang siap menyiapkan proses relokasi, termasuk penyediaan lahan dan pembangunan rumah yang lebih aman.
Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan longsor diminta segera mengungsi sementara apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Desa Diminta Jadi Pemimpin yang Hadir di Tengah Masyarakat
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh kepala desa menjadikan prestasi sebagai budaya kerja.
Menurutnya, kepala desa harus rutin turun ke lapangan, memahami persoalan masyarakat secara langsung, serta menghadirkan program yang mampu meningkatkan pelayanan, pemberdayaan, dan kesejahteraan warga.

