KORSUM.ID, Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali menjadi rujukan daerah lain dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kali ini, Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang untuk mempelajari berbagai praktik baik pelaksanaan Program MBG.
Rombongan dipimpin langsung Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah dan diterima Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (14/7/2026).
MBG Dinilai Investasi Masa Depan Bangsa
Dalam sambutannya, Wabup Fajar menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyediaan makanan bagi peserta didik.
Menurutnya, MBG merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
“Program MBG merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Melalui pemenuhan gizi yang baik, kita sedang menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sumedang Miliki Sekitar 150 SPPG
Fajar menjelaskan, hingga saat ini Kabupaten Sumedang telah memiliki sekitar 150 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan SPPG di daerah terpencil agar layanan dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.
Libatkan Petani, UMKM hingga BUMD
Menurut Fajar, Program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.
Pemkab Sumedang mendorong kebutuhan operasional SPPG dipenuhi melalui rantai pasok lokal dengan melibatkan:
- petani,
- peternak,
- pelaku UMKM,
- koperasi,
- hingga badan usaha milik daerah.
“Manfaat ekonomi dari Program MBG dapat dirasakan lebih luas karena melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem penyedia bahan pangan,” katanya.
Gunakan Sistem Pengawasan Digital
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak adalah sistem pengawasan digital MBG yang diterapkan Pemkab Sumedang.
Melalui portal:
setiap SPPG diwajibkan mengunggah menu harian yang diproduksi.
Sementara pihak sekolah mengunggah menu yang diterima peserta didik sehingga tercipta sistem verifikasi dua arah.
“Dengan sistem ini, proses pengawasan menjadi lebih transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fajar.
Terus Tingkatkan Standar Higiene dan Keamanan Pangan
Pemkab Sumedang juga terus meningkatkan standar pelayanan SPPG.
Dari target 250 SPPG aglomerasi, sebanyak 105 SPPG telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 45 SPPG lainnya masih dalam proses sertifikasi.
Evaluasi terus dilakukan mulai dari:
- sanitasi,
- pengelolaan limbah,
- sarana dan prasarana,
- hingga keamanan pangan.
Lebak Apresiasi Inovasi Sumedang
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, inovasi yang diterapkan Sumedang, khususnya pengawasan digital, tata kelola SPPG, serta pelibatan ekonomi lokal menjadi referensi yang sangat berharga.
Baca Juga :

