KORSUM.ID, Sumedang – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa berbagai pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan usaha, bukan sekadar menjadi rutinitas yang diikuti setiap tahun.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Manajerial Usaha Forum UMKM Kabupaten Sumedang yang digelar bekerja sama dengan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (8/7/2026).
Pelatihan diikuti para koordinator Forum UMKM dari 26 kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas manajerial, memperkuat organisasi, dan mendorong lahirnya UMKM yang lebih kompetitif.
Pelatihan Harus Melahirkan Kemajuan
Bupati Dony mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh dari pelatihan harus diterapkan dalam pengembangan usaha.
“Jangan hanya berpindah dari satu pelatihan ke pelatihan lainnya, tetapi berpindahlah dari satu kemajuan ke kemajuan berikutnya, dari satu perubahan ke perubahan berikutnya. Ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan agar memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha,” tegasnya.
Menurutnya, pelatihan akan bernilai apabila mampu meningkatkan kualitas usaha, memperluas pasar, dan memperbaiki daya saing produk.
Apresiasi Kolaborasi Pembinaan UMKM
Bupati mengapresiasi Forum UMKM Kabupaten Sumedang yang terus aktif meningkatkan kapasitas anggotanya melalui berbagai program pengembangan usaha.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada CCEP Indonesia yang dinilai konsisten mendampingi pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang.
“Saya merasakan betul hasil pembinaan dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia. Banyak UMKM Sumedang yang berkembang dan berhasil naik kelas. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” ujarnya.
Perubahan Dimulai dari Pola Pikir
Menurut Dony, keberhasilan usaha selalu diawali oleh perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola tindakan.
Karena itu, peningkatan kemampuan manajerial menjadi fondasi penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
Kemampuan tersebut mencakup:
- perencanaan usaha,
- pengorganisasian,
- pengelolaan keuangan,
- pengelolaan SDM,
- pengendalian produksi,
- strategi pemasaran,
- hingga evaluasi usaha.
Tingkatkan Produk dan Manfaatkan Kurda
Selain memperkuat manajemen usaha, Bupati juga mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki desain kemasan, memanfaatkan pemasaran digital, serta mengakses fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah.
Salah satunya melalui Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) yang menawarkan pembiayaan dengan bunga ringan.
“Jangan lagi terkendala persoalan modal. Pemerintah sudah menyiapkan berbagai skema pembiayaan. Yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan terus berinovasi agar mampu bersaing,” katanya.
Data UMKM Harus Lebih Akurat
Bupati juga meminta Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang memperkuat pendataan pelaku UMKM.
Menurutnya, pengelompokan berdasarkan tingkat perkembangan usaha akan memudahkan pemerintah dalam menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran.
UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Mengakhiri sambutannya, Dony mengajak seluruh pelaku UMKM terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas usaha agar mampu menjadi penggerak utama perekonomian Kabupaten Sumedang.
“Pelatihan ini harus menjadi titik awal perubahan. Ketika pola pikir berubah, kemampuan meningkat, dan inovasi terus dilakukan, saya yakin UMKM Sumedang akan semakin kuat dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah,” pungkasnya.
Baca Juga :

