KORSUM.ID, Sumedang – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir resmi melantik 45 Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-49 Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Pondok Pesantren Islam Internasional Asy-Syifaa wal Mahmuddiyyah, Kecamatan Pamulihan, Senin (6/7/2026).
Para dewan hakim akan bertugas menilai seluruh cabang perlombaan pada pelaksanaan MTQ yang digelar pada 7–9 Juli 2026 di Kecamatan Pamulihan.
MTQ Angkat Tema Peduli Lingkungan
MTQ ke-49 Tahun 2026 mengusung tema:
“MTQ Peduli Lingkungan, Wujudkan Sumedang Generasi Qur’ani Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kelestarian lingkungan.
Dewan Hakim Diminta Menjunjung Integritas
Dalam sambutannya, Bupati Dony mengucapkan selamat kepada seluruh dewan hakim yang telah dilantik.
Menurutnya, tugas dewan hakim bukan hanya menentukan juara perlombaan, tetapi juga memilih qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang akan mewakili Kabupaten Sumedang di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
“Hasil yang nanti ibu dan bapak putuskan akan menentukan qari dan qariah terbaik Kabupaten Sumedang yang akan mewakili daerah pada jenjang berikutnya. Karena itu, laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, objektif, profesional, dan menjunjung tinggi keadilan,” ujar Dony.
MTQ Harus Membumikan Al-Qur’an
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran penyelenggaraan maupun jumlah peserta.
Lebih dari itu, MTQ harus mampu memperkuat syiar Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
“Mudah-mudahan MTQ ini memberikan makna, manfaat, dan dampak yang nyata bagi syiar Islam, terutama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Bukan Sekadar Agenda Tahunan
Dony mengingatkan agar MTQ tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap tahun.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus menjadi bagian dari pembinaan generasi Qur’ani yang berkelanjutan.
“Saya ingin kegiatan MTQ ini benar-benar dilaksanakan dengan menghadirkan hati kita, bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai kegiatan rutin, tetapi memiliki makna, manfaat, dan dampak yang jelas bagi masyarakat,” tuturnya.
Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an
Bupati juga meminta panitia mengemas seluruh rangkaian MTQ secara menarik, tertib, dan berkualitas.
Ia berharap pelaksanaan MTQ mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk belajar Al-Qur’an, mengikuti MTQ, hingga menjadi qari dan qariah berprestasi.
“Saya yakin ketika MTQ dikemas dengan baik, akan tumbuh keinginan anak-anak kita untuk mengikuti MTQ. Dampaknya akan sangat luas karena semakin banyak yang termotivasi belajar Al-Qur’an, memahami, mengamalkan, dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Optimistis Lahirkan Duta Terbaik
Di akhir sambutannya, Bupati menyatakan optimistis para dewan hakim akan menjalankan amanah secara profesional.
Ia berharap proses penilaian yang objektif mampu melahirkan peserta terbaik yang akan mengharumkan nama Kabupaten Sumedang di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
“Saya meyakini dengan keilmuan, pengalaman, dan komitmen yang dimiliki para dewan hakim, MTQ ini akan menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang layak menjadi duta Kabupaten Sumedang di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya.

