Sumedang Jadi Lokus Pembelajaran Nasional, Kementerian PU Pelajari Kepemimpinan Digital dan SPBE

Sumedang Jadi Lokus Pembelajaran SPBE Nasional
Sumedang Jadi Lokus Pembelajaran SPBE Nasional

Command Center Sumedang Jadi Ruang Belajar Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum

KORSUM.ID, Sumedang – Kabupaten Sumedang kembali dipercaya menjadi daerah rujukan nasional dalam pengembangan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Kali ini, Sumedang menjadi lokus pembelajaran bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VI Kementerian Pekerjaan Umum.

Sebanyak 15 peserta pelatihan mengikuti kegiatan visitasi kepemimpinan yang berlangsung di Command Center Sumedang, Rabu (24/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir hadir sebagai pembicara dan memaparkan transformasi birokrasi serta penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, kami mengucapkan terima kasih karena telah menjadikan Sumedang sebagai tempat visitasi. Kami merasa terhormat Kabupaten Sumedang dijadikan lokus pembelajaran. Kunjungan ini bukan sekadar studi lapangan, tetapi menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan,” ujar Dony.

Command Center Jadi Pusat Data dan Pengambilan Keputusan

Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan bahwa Command Center Sumedang merupakan pusat kendali, pusat data, dan pusat informasi terpadu berbasis teknologi informasi.

Fasilitas tersebut berfungsi mengumpulkan, mengolah, serta memvisualisasikan data secara real time sehingga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pemerintah.

“Filosofinya sederhana, good data, good decision and good result. Pemimpin harus melihat kondisi daerah secara utuh, cepat, dan akurat. Karena keputusan yang baik lahir dari data yang baik,” katanya.

Menurutnya, banyak kebijakan gagal bukan karena kurangnya niat, melainkan karena informasi yang digunakan tidak lengkap atau tidak akurat.

“Karena itu kami membangun sistem data real time agar keputusan dapat diambil secara cepat, tepat, dan berdampak,” tambahnya.

Reformasi Birokrasi dan Digitalisasi Jadi Prioritas

Dony menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya ia menetapkan dua agenda utama, yakni reformasi birokrasi dan penerapan SPBE.

Transformasi tersebut dilakukan dengan mengubah budaya kerja aparatur dari pola kerja administratif menjadi pelayanan yang lebih proaktif, adaptif, dan berbasis teknologi.

“Kami mengubah budaya kerja ASN dari menunggu menjadi proaktif, dari dilayani menjadi melayani, dari nyaman dengan rutinitas menjadi terbuka terhadap perubahan, dari budaya manual ke digital, dan yang paling penting dari sekadar bekerja menjadi berkinerja,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa aplikasi digital bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Karena itu kami mengintegrasikan berbagai sistem, mulai dari E-Office, layanan administrasi digital, monitoring pembangunan, pengelolaan data, pengendalian inflasi, pemantauan program strategis, hingga berbagai layanan publik lainnya,” jelasnya.

Membangun Sistem yang Berkelanjutan

Bupati juga membagikan pandangannya mengenai kepemimpinan modern.

Menurutnya, organisasi yang baik tidak bergantung pada figur pemimpin, tetapi pada sistem yang mampu berjalan secara berkelanjutan.

“Maka kami pastikan setiap kebijakan memiliki jejak digital, ukuran kinerja, sistem pengawasan, dan evaluasi yang jelas. Sehingga organisasi tidak bergantung pada individu, tetapi bertumpu pada sistem,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Dony memberikan motivasi kepada para peserta PKN yang dipersiapkan menjadi pemimpin di masa depan.

“Ukuran keberhasilan kepemimpinan bukanlah banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan oleh masyarakat yang kita layani,” pungkasnya.

Baca Juga