485 Mahasiswa UPI Jalani KKN di Sumedang, Siap Bantu Atasi Stunting hingga Kembangkan UMKM Desa

485 Mahasiswa UPI Jalani KKN di Sumedang
485 Mahasiswa UPI Jalani KKN di Sumedang

Empat Kecamatan Jadi Lokasi KKN Kampus Berdampak Sauyunan Selama 40 Hari

KORSUM.ID, Sumedang – Sebanyak 485 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Sumedang.

Pelepasan peserta KKN dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir melalui pemukulan gong di halaman Kantor Kecamatan Cisitu, Rabu (24/6/2026).

KKN bertema “KKN Kampus Berdampak Sauyunan” tersebut diikuti 485 mahasiswa yang terbagi ke dalam 39 kelompok dan akan mengabdi selama 40 hari di empat kecamatan, yaitu Cisitu, Jatigede, Jatinunggal, dan Wado.

Mahasiswa Diminta Hadir Menjadi Solusi

Bupati Dony Ahmad Munir mengaku bangga karena Kabupaten Sumedang kembali dipercaya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa UPI.

Menurutnya, kegiatan KKN bukan sekadar bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Saya bangga bisa melepas langsung mahasiswa yang melaksanakan KKN di Sumedang. Saya yakin mahasiswa akan hadir menjadi bagian dari solusi, memformulasikan berbagai solusi atas permasalahan masyarakat dengan keilmuan yang dimiliki,” ujar Dony.

Ia menambahkan, KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat.

“Ilmunya bisa turun ke masyarakat dan teori di kampus bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Fokus pada Stunting, UMKM, Wisata, dan Pertanian

Bupati berharap para mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai program pembangunan daerah.

Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian antara lain penanganan stunting, pengelolaan sampah, pengembangan desa wisata, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan sektor pertanian.

Ia juga menyampaikan pesan agar mahasiswa memanfaatkan data pembangunan daerah yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui berbagai platform digital.

“Saya meminta pemahaman masalah menggunakan data-data yang ada di Pemda Sumedang melalui WaKepo dan berbagai sistem informasi yang tersedia sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Dony, pendekatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan berbasis kolaborasi atau pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Pendidikan Harus Berdampak bagi Masyarakat

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, menjelaskan bahwa seluruh peserta berasal dari tiga program studi di Kampus UPI Sumedang, yaitu Keperawatan, Pendidikan Jasmani, dan Industri Kepariwisataan.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar kampus menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi modern.

“Mahasiswa harus memperoleh pengalaman langsung di tengah masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran,” katanya.

Ia berharap para peserta KKN mampu memberdayakan potensi desa melalui pengembangan ekonomi lokal, penguatan sektor pariwisata, peningkatan kualitas lingkungan, percepatan penanganan stunting, hingga digitalisasi UMKM.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, program KKN diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Baca Juga

Disclaimer

Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi kegiatan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tahun 2026 di Kabupaten Sumedang.