Menteri PANRB Soroti Capaian Perlinsos Sumedang, 11.662 KK Terdigitalisasi dalam 24 Jam

11.662 KK Sumedang Terdigitalisasi dalam 24 Jam
11.662 KK Sumedang Terdigitalisasi dalam 24 Jam

KORSUM.ID, Sumedang – Kabupaten Sumedang mencatat capaian signifikan dalam digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos). Sebanyak 11.662 kepala keluarga (KK) berhasil didigitalisasi dalam waktu 24 jam.

Capaian tersebut mendapat apresiasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat mengunjungi Command Center Sumedang, Rabu (12/8/2026).

Rini yang juga menjabat Wakil Ketua I Komite Percepatan Transformasi Layanan Digital Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan kesiapan ekosistem digital Sumedang dalam mendukung program strategis pemerintah.

“Saya mendapatkan data untuk Kabupaten Sumedang. Ternyata capaian Sumedang ini luar biasa untuk Perlinsos. Dalam 24 jam Kabupaten Sumedang sudah bisa melakukan digitalisasi Perlinsos sebanyak 11.662 KK,” ujar Rini.

Menurut Rini, capaian tersebut membuka peluang Sumedang menjadi salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam digitalisasi Perlinsos.

“Saya optimistis nanti Kabupaten Sumedang akan memimpin dalam ranking Perlinsos,” katanya.

Bukan Sekadar Teknologi

Rini mengatakan keberhasilan Sumedang tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Kepemimpinan daerah dan kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, serta berbagai unsur masyarakat turut menjadi faktor penting.

Ia menilai pendekatan yang dilakukan Sumedang memiliki keunggulan karena menggabungkan sistem digital dengan pendampingan langsung kepada masyarakat.

“Saya melihat kenapa Sumedang bisa bergerak cepat, karena Sumedang ini portalnya digital, tetapi pendekatannya personal,” ujarnya.

Rini juga memberikan apresiasi kepada para agen Perlinsos yang menjadi penghubung antara sistem digital pemerintah dengan masyarakat.

Menurut dia, keberadaan agen tersebut penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dalam proses pendataan dan pelayanan.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada para agen Perlinsos, karena agen inilah yang telah menjadi wajah paling dekat terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menekankan bahwa digitalisasi harus berujung pada layanan publik yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Dony: Hasil Kolaborasi

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan capaian digitalisasi Perlinsos merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu perangkat daerah.

“Ini bukan keberhasilan satu perangkat daerah. Ini adalah hasil kolaborasi seluruh jajaran pemerintah, Forkopimda, para agen Perlinsos, desa dan kelurahan, serta masyarakat,” kata Dony.

Menurut dia, teknologi hanya menjadi instrumen. Faktor utama yang menentukan keberhasilan adalah kolaborasi dan komitmen seluruh pihak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dony menilai digitalisasi data Perlinsos penting untuk memastikan kebijakan pemerintah didasarkan pada data yang akurat dan diperbarui secara berkala.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang berhak tetapi tidak mendapatkan pelayanan, dan tidak ada pula bantuan yang salah sasaran. Karena itu, data harus terus diperbarui, diverifikasi dan diintegrasikan,” ujarnya.

Digital, tetapi Tetap Personal

Pemkab Sumedang akan mempertahankan kombinasi antara pelayanan digital dan pendampingan langsung.

Dony mengatakan masyarakat yang sudah mampu menggunakan layanan digital akan diberikan akses secara mandiri. Sementara warga yang membutuhkan bantuan akan tetap mendapatkan pendampingan dari agen maupun aparatur di lapangan.

“Prinsip kami sederhana, data harus cepat, akurat dan terintegrasi, tetapi pelayanan tetap harus manusiawi,” katanya.

Ia berharap capaian digitalisasi Perlinsos menjadi pijakan untuk memperluas transformasi digital ke sektor pelayanan publik lainnya.

Menurut Dony, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata diukur dari jumlah aplikasi yang dimiliki pemerintah.

“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan banyaknya aplikasi yang kita miliki, melainkan seberapa besar teknologi mampu membuat masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, tepat dan transparan,” pungkasnya.

Baca Juga :

Sekda Sumedang Minta ASN Percepat Digitalisasi Perlinsos