SUMEDANG, KORSUM.ID – Pelayanan kesehatan tidak hanya soal ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang ramah dan nyaman.
Hal itu menjadi perhatian Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, saat melakukan monitoring pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu dan UPTD Puskesmas Situraja, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fajar meninjau sejumlah ruangan pelayanan di kedua puskesmas. Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengar langsung pengalaman mereka ketika memperoleh pelayanan kesehatan.
Selain menyerap aspirasi warga, Fajar berdiskusi dengan para kepala puskesmas mengenai kondisi fasilitas dan berbagai kendala yang masih dihadapi dalam memberikan pelayanan.
Wabup Minta Nakes Utamakan Senyum, Salam dan Sapa
Salah satu pesan yang disampaikan Fajar berkaitan dengan cara tenaga kesehatan melayani masyarakat.
Menurutnya, keramahan menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan kesehatan yang baik. Karena itu, ia meminta para tenaga kesehatan tetap mengedepankan prinsip senyum, salam, dan sapa.
“Saya berharap agar petugas selalu menerapkan prinsip senyum, salam, dan sapa dalam melakukan pelayanan. Lakukan pelayanan secara maksimal dan optimal. Dari sisi infrastruktur, nanti akan kita benahi bersama,” ujar Fajar.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Bagi masyarakat, puskesmas merupakan salah satu tempat pertama yang didatangi ketika membutuhkan layanan kesehatan. Karena itu, kualitas interaksi antara petugas dan pasien turut menjadi bagian penting dari pelayanan.
Kekurangan Lahan Parkir Jadi Perhatian di Puskesmas Situraja
Selain pelayanan, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Di Puskesmas Situraja, salah satu kendala yang disoroti adalah keterbatasan lahan parkir. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan solusi karena berkaitan dengan akses masyarakat dan mobilitas kendaraan medis.
Fajar mengatakan pemerintah daerah sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mengatasi persoalan tersebut, mulai dari revitalisasi hingga kemungkinan penggunaan lahan di sekitar puskesmas.
“Puskesmas Situraja ini kekurangan lahan parkir. Kita coba mitigasi untuk lahannya, apakah nanti kita revitalisasi atau dipindahkan. Opsinya bisa juga kita sewa lahan sekitar. Lahan ini sangat dibutuhkan, terutama untuk akses mobil ambulans dan memudahkan mobilitas para pasien,” jelasnya.
Ketersediaan ruang parkir menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena puskesmas tidak hanya melayani pasien yang datang menggunakan kendaraan pribadi, tetapi juga membutuhkan akses bagi ambulans dan kendaraan operasional.
Infrastruktur dan Pelayanan Harus Berjalan Bersama
Di akhir kunjungan, Fajar memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan yang bertugas di kedua puskesmas.
Ia meminta para tenaga kesehatan tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga semangat pelayanan meskipun masih terdapat berbagai keterbatasan fasilitas.
“Kita harus kerja optimal dan tetap tersenyum dalam bekerja. Jangan baper (bawa perasaan), mari kita sama-sama berikhtiar agar pembenahan infrastruktur di puskesmas-puskesmas se-Sumedang ini dapat segera terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Monitoring tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan layanan kesehatan membutuhkan dua hal yang berjalan beriringan: pembenahan fasilitas dan kualitas pelayanan manusia.
Bagi masyarakat Cisitu dan Situraja, persoalan seperti akses ambulans, lahan parkir, kenyamanan ruang pelayanan hingga keramahan petugas merupakan bagian yang langsung mereka rasakan ketika mengakses layanan kesehatan.
Baca Juga :
- Kampung Sosial Cimanggung → https://korsum.id/kampung-sosial-cimanggung-kurangi-kemiskinan/
- 20 Insan Pendidikan Sumedang Raih Penghargaan → https://korsum.id/20-insan-pendidikan-sumedang-raih-penghargaan/
- Guru PAUD Sumedang Jadi Penggerak Literasi → https://korsum.id/guru-paud-sumedang-jadi-penggerak-literasi/
- Bupati Dony Dorong Sekolah Ramah Lingkungan → https://korsum.id/bupati-dony-dorong-sekolah-ramah-lingkungan/
