SUMEDANG – Tumpukan sampah di Pasar Wado, Kabupaten Sumedang, dikeluhkan pedagang dan warga. Bau menyengat yang muncul dari tempat pembuangan sementara dinilai mengganggu aktivitas jual beli serta kenyamanan pengunjung pasar.
Keluhan itu disampaikan salah seorang pedagang sekaligus pemilik kios di Pasar Wado, Kosam Darusman, saat ditemui Korsum.id, Sabtu, 25 Juli 2026.
Menurut Kosam, persoalan sampah di Pasar Wado bukan masalah baru. Ia mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang dinilai memadai.
“Persoalan sampah di Pasar Wado ini sudah lama dibiarkan. Padahal saya sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang agar persoalan ini segera diselesaikan,” kata Kosam.
Sampah Diangkut Sepekan Sekali
Kosam menilai frekuensi pengangkutan sampah yang hanya dilakukan satu kali dalam sepekan tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan sampah terus menumpuk hingga menimbulkan bau tidak sedap.
“Jumlah kios di Pasar Wado ada sekitar 232 kios, belum termasuk pedagang kaki lima. Kalau sampah hanya diangkut seminggu sekali, tentu tidak akan selesai. Seharusnya diangkut setiap hari sampai habis, kemudian disediakan bak sampah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat proses pengangkutan berlangsung, petugas hanya mengambil sampah yang berada di bagian atas tumpukan. Sementara sampah di bagian bawah tetap tertinggal dan terus membusuk.
Akibatnya, kata dia, selain mengeluarkan bau menyengat, tumpukan sampah juga memunculkan belatung yang semakin mengganggu lingkungan pasar.
Usulkan Penyediaan Bak Sampah
Kosam mengusulkan agar pemerintah menyediakan bak penampungan sampah permanen di kawasan pasar.
Menurut dia, keberadaan bak sampah akan membuat proses pengelolaan lebih efektif karena sampah baru dapat langsung ditampung sebelum diangkut oleh kendaraan pengangkut.
“Kalau ada bak sampah, sampah yang baru masuk ke dalam bak, lalu tinggal dipindahkan saat mobil pengangkut datang. Itu jauh lebih efektif dibanding kondisi sekarang,” katanya.
Soroti Kondisi Tempat Penampungan
Selain persoalan pengangkutan, Kosam juga menyoroti kondisi fisik tempat pembuangan sampah yang disebut mulai mengalami kerusakan.
Ia mengatakan dinding tempat penampungan terlihat retak dan dikhawatirkan roboh apabila tidak segera diperbaiki.
Menurutnya, penumpukan sampah dalam waktu lama juga berpotensi menimbulkan gas yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.
“Tempat pembuangan sampahnya juga sudah retak. Kalau terus dibiarkan, tentu menjadi kekhawatiran bagi kami,” ujarnya.
Kosam berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang segera mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di Pasar Wado agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih nyaman.
Menurut dia, persoalan kebersihan bukan hanya menyangkut kepentingan pedagang, melainkan juga masyarakat yang setiap hari berbelanja di pasar tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Korsum.id masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang terkait keluhan para pedagang mengenai pengelolaan sampah di Pasar Wado.

