SUMEDANG, Korsum.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumedang, Dini Nur Halimah, S.I.Kom., diusulkan dalam seleksi Penghargaan Aparatur Sipil Negara Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Dini merupakan ASN dari Kecamatan Paseh yang mengemban jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Program dan Keuangan pada Sekretariat Kecamatan Paseh. Ia diusulkan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat setelah menunjukkan kiprah dalam bidang pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam dokumen usulan yang ditandatangani Bupati Sumedang pada 19 Agustus 2026, Dini diajukan sebagai salah satu ASN yang akan mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam ajang ASNBP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Yang menarik, karya Dini tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas pelayanan pemerintahan, tetapi juga melalui pemanfaatan media digital, khususnya TikTok.
Konsep yang diusungnya diberi nama “Pe En Es Ngeuceubruk”, yang merupakan singkatan dari Ngobrol Cerdas, Ekspresif, Berinovasi, Edukatif dan Kreatif.
Melalui konsep tersebut, Dini membangun identitas komunikasi digital yang ringan, komunikatif, dekat dengan masyarakat, sekaligus merepresentasikan sosok ASN yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Tema besar yang diangkat dalam karya tersebut adalah “ASN Inspiratif yang Bangkit, Berkarya, dan Mengedukasi Masyarakat Melalui Media Digital TikTok.”
Pemanfaatan TikTok menjadi salah satu cara Dini menyampaikan pesan-pesan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian warga.
Pendekatan komunikasi yang ringan tersebut juga menunjukkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan ASN bukan sekadar sebagai ruang berbagi informasi, tetapi sebagai sarana edukasi publik dan membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
Dari Tingkat Kabupaten ke Jawa Barat
Sebelumnya, Dini Nur Halimah juga telah mencatatkan prestasi dalam Anugerah ASN Berprestasi Tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2026.
Pada ajang tersebut, Dini meraih Juara III kategori Inspiratif Kelompok Jabatan Pengawas dan JF Ahli Muda.
Prestasi tersebut menjadi pijakan bagi Dini untuk melanjutkan kompetisi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui surat Bupati tertanggal 19 Agustus 2026 menyampaikan usulan peserta kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai tindak lanjut seleksi penghargaan ASN berprestasi tingkat provinsi.
Dalam surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyebut pengusulan peserta sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur sekaligus bentuk apresiasi terhadap ASN yang menunjukkan dedikasi, integritas, serta kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Konsisten Edukasi Masyarakat Lewat Media Digital
Bagi Dini, kehadiran ASN di tengah masyarakat tidak harus terbatas pada ruang pelayanan formal.
Media sosial dapat menjadi ruang baru bagi aparatur untuk menyampaikan informasi, edukasi, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Melalui akun TikTok @embun_dini, Dini membagikan berbagai karya dan konten digital yang menjadi bagian dari kiprahnya sebagai ASN inspiratif.
“Lihat karya dan konten Dini Nur Halimah di TikTok @embun_dini” (https://www.tiktok.com/@embun_dini?_r=1&_t=ZS-9978ga93E5g)
Konsep tersebut sejalan dengan semangat Anugerah ASN Berprestasi yang mendorong aparatur untuk tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga menghadirkan inovasi dan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sebelumnya juga menekankan bahwa prestasi ASN tidak boleh berhenti pada penghargaan. Menurutnya, inovasi yang lahir dari ASN harus dapat diwujudkan dalam program nyata dan memberikan dampak kepada masyarakat.
Masuknya Dini Nur Halimah sebagai salah satu kandidat yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam ajang ASN Inspiratif tingkat Jawa Barat 2026 menjadi capaian tersendiri bagi Dini. Lebih dari sekadar kompetisi, kiprahnya menunjukkan bagaimana ASN dapat memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital untuk memperkuat komunikasi publik serta menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dengan kreativitas, pelayanan publik tidak hanya hadir di balik meja birokrasi, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui layar digital.
