Kang Maman Bekali ASN Berprestasi Sumedang, Tekankan Kepemimpinan Humanis dan Pelayanan Bermakna

Kang Maman ASN Sumedang
Kang Maman Bekali ASN Berprestasi Sumedang

KORSUM.ID, Sumedang – Aparatur Sipil Negara (ASN) Berprestasi Kabupaten Sumedang Tahun 2026 mendapat pembekalan langsung dari dua narasumber nasional, yakni Kang Maman, penulis nasional sekaligus juri Anugerah ASN Kementerian PAN-RB, dan Uni Ilien, Neuro Semantics Trainer serta aktivis perempuan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Sumedang, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (27/7/2026), menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat budaya kerja, kepemimpinan, dan pelayanan publik yang berdampak bagi masyarakat.

Kang Maman: Sumedang adalah Akar Saya

Mengawali pemaparannya, Kang Maman mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kabupaten Sumedang karena merupakan tanah kelahirannya.

“Saya pikir hubungan saya dengan Sumedang sudah selesai. Ternyata tidak. Saya tidak boleh putus dengan akar saya. Hari ini saya datang bukan sekadar karena diminta, tetapi karena dipercaya,” ujarnya.

Ia mengaku merasa terhormat dapat berbagi pengalaman kepada ASN berprestasi di Kabupaten Sumedang.

ASN Teladan Bukan Sekadar Peraih Penghargaan

Kang Maman menceritakan pengalamannya sejak 2017 menjadi salah satu perancang sekaligus juri Anugerah ASN Kementerian PAN-RB.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana membangun karakter ASN agar menjadi teladan dalam melayani masyarakat.

“ASN Teladan itu bukan ASN yang sekadar mendapat gelar. Teladan berarti menjadi contoh dalam disiplin, integritas, dan pelayanan. Jangan sampai berubah menjadi ASN ‘telatan’, terlambat masuk kantor atau terlambat melayani masyarakat,” katanya.

Pemimpin Harus Membantu, Bukan Sekadar Menagih Target

Dalam sesi pembekalan, Kang Maman menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu memimpin manusia, bukan hanya mengelola pekerjaan.

Menurutnya, seorang pemimpin sebaiknya tidak hanya bertanya apakah pekerjaan telah selesai, tetapi memahami hambatan yang dihadapi tim.

“Kalau kita hanya bertanya pekerjaan sudah selesai atau belum, berarti kita masih mengelola pekerjaan. Seorang pemimpin justru harus bertanya apa hambatannya, sehingga ia bisa membantu tim menyelesaikan persoalan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa target memang penting, tetapi makna pekerjaan jauh lebih mampu membangun semangat kerja.

“Target memang bisa mengejar orang, tetapi maknalah yang menggerakkan orang. Ketika seseorang memahami mengapa pekerjaannya penting, ia akan bekerja dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Tiga Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari Pemimpin

Dalam materinya, Kang Maman menyampaikan tiga pertanyaan yang menurutnya sebaiknya tidak menjadi kebiasaan seorang pemimpin kepada bawahannya, yaitu:

  • “Sudah selesai belum?”
  • “Berapa persen progresnya?”
  • “Kenapa target belum tercapai?”

Sebaliknya, pemimpin perlu menggali hambatan, menjaga motivasi tim, serta membantu menemukan solusi atas setiap tantangan yang dihadapi.

Pemimpin dan Manajer Memiliki Peran Berbeda

Kang Maman juga menjelaskan perbedaan mendasar antara manajer dan pemimpin.

“Manajer membagi tugas, sedangkan pemimpin memberi arah, membangun semangat, dan mengembangkan manusia yang mengerjakan tugas tersebut,” tegasnya.

Melalui pembekalan yang menghadirkan Kang Maman dan Uni Ilien, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap para ASN Berprestasi mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan budaya kerja profesional, kepemimpinan yang humanis, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Baca Juga :