SUMEDANG, KORSUM.ID – Dari kendaraan sederhana yang telah menemani perjalanan masyarakat selama puluhan tahun, kini tukang becak Sumedang mulai memasuki era baru.
Sebanyak 220 tukang becak mendapat pelatihan penggunaan becak listrik sebagai bagian dari program bantuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan para pengemudi becak.
Sebanyak 220 tukang becak di Kabupaten Sumedang mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik di Halaman Upacara Setda Sumedang, Rabu (9/9/2026).
Pelatihan tersebut menjadi tahap awal sebelum dilakukan penyerahan becak listrik kepada para penerima manfaat.
Para tukang becak diberikan pembekalan mengenai cara mengoperasikan kendaraan listrik agar dapat digunakan secara aman, nyaman, dan optimal dalam menunjang aktivitas usaha mereka.
Becak Listrik Diharapkan Ringankan Beban Tukang Becak
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan kehadiran becak listrik diharapkan mampu membantu para tukang becak dalam menjalankan pekerjaannya.
Menurutnya, kendaraan tersebut dapat mengurangi beban fisik para pengemudi yang selama ini mengandalkan tenaga untuk mengayuh becak.
“Pelatihannya lancar. Ini semakin mempermudah lagi dalam usahanya. Dengan becak listrik tidak capek, tinggal digas,” ujar Dony.
Ia meminta para penerima manfaat menjaga dan merawat becak listrik tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Pelihara dengan baik agar tahan lama. Dibersihkan, dirawat, sehingga usahanya lancar,” katanya.
Becak Sumedang Harus Punya Ciri Khas
Selain perubahan dari sisi kendaraan, Bupati Dony ingin kualitas pelayanan tukang becak juga ikut meningkat.
Menurutnya, becak listrik bukan hanya tentang teknologi baru, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman pelayanan yang membuat penumpang nyaman.
“Sumedang harus ada bedanya. Becaknya bagus, pelayanannya pun harus ramah, sopan, someah kepada penumpang. Budi teu meuli, basa teu menta, sehingga disukai penumpang,” tutur Dony.
Menurutnya, keramahan menjadi nilai penting yang dapat menjadi identitas masyarakat Sumedang.
Tukang Becak Mulai Didukung Pembayaran Digital
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong para tukang becak mulai mengenal sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Dengan sistem tersebut, transaksi tidak hanya bergantung pada uang tunai.
“Kalau pembayaran becaknya memakai QRIS, nanti tidak harus pakai cash. Jadi pakai handphone. Siapkan aplikasi QRIS-nya,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital hingga sektor usaha masyarakat kecil.
Bagian dari Transportasi Publik Sumedang
Bupati Dony melihat keberadaan becak listrik dapat menjadi bagian dari ekosistem transportasi publik di Kabupaten Sumedang.
Terlebih pemerintah daerah saat ini tengah menggalakkan program Rabu dan Jumat Ngangkot untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Dengan adanya becak listrik ini bisa menjadi alternatif angkutan umum untuk membantu program ini supaya bisa berjalan dengan baik,” kata Dony.
Bantuan Gratis untuk Tukang Becak Lansia
Perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Wisnu menjelaskan bahwa bantuan becak listrik merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk membantu para tukang becak, khususnya yang telah berusia lanjut.
Menurutnya, banyak tukang becak di Indonesia yang masih bekerja meskipun usia sudah tidak muda lagi dan sebagian masih menggunakan kendaraan sewaan.
“Tujuan beliau satu, karena banyak tukang becak di Indonesia ini usianya sudah lanjut dan masih menyewa. Supaya bapak-bapak semua itu punya aset di usia lanjut, berupa becak listrik,” ujarnya.
Program tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.
Penerima juga diingatkan agar tidak memberikan uang kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan program bantuan becak listrik.
Dari Becak Tradisional Menuju Era Modern
Program becak listrik menjadi simbol perubahan bagi para pekerja sektor informal.
Selain membantu meningkatkan kenyamanan bekerja, program ini juga membuka peluang bagi tukang becak untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Para penerima akan mendapatkan pelatihan teknis dari PT Pindad sebagai produsen becak listrik.
Meskipun para peserta telah memiliki pengalaman mengendarai becak, karakter kendaraan listrik memiliki sistem pengoperasian yang berbeda sehingga perlu dipahami dengan baik.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, becak listrik diharapkan tidak hanya menjadi alat transportasi baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang.
