KORSUM.ID, Sumedang – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengapresiasi transformasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Menurut Rini, digitalisasi di Sumedang tidak berhenti pada penggunaan teknologi. Pemerintah daerah juga tetap mempertahankan pendekatan personal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Rini saat melakukan kunjungan kerja ke Command Center Sumedang, Rabu (12/8/2026).
Rini yang juga menjabat Wakil Ketua I Komite Percepatan Transformasi Layanan Digital Pemerintah mengatakan kunjungannya salah satunya untuk memastikan program pemerintah pusat, terutama perlindungan sosial, dapat berjalan dengan baik di daerah.
“Kami ingin memastikan program Bapak Presiden, terutama yang ada kaitannya dengan perlindungan sosial, bisa dijalankan dengan baik di Kabupaten Sumedang,” kata Rini.
Digitalisasi Bukan Sekadar Teknologi
Rini mengatakan transformasi digital pemerintahan telah menjadi agenda pemerintah sejak 2018 melalui Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Namun, menurut dia, digitalisasi tidak boleh dimaknai sebatas penggunaan aplikasi atau teknologi.
Hal yang lebih penting adalah menyederhanakan proses bisnis pelayanan agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih mudah dan cepat.
“Digital bukan solusi akhir. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyederhanakan bisnis proses layanan. Karena itu, pelayanan publik harus terus kita sederhanakan, dan ujungnya kemudian kita digitalisasikan,” ujarnya.
Rini menilai Kabupaten Sumedang telah menunjukkan praktik nyata dalam menerapkan pendekatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang dinilai konsisten mendorong digitalisasi pemerintahan sejak periode pertama kepemimpinannya.
“Saat ini kita sudah bisa melihat hasil kerja keras pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati Sumedang, yang sejak periode pertama sudah sedemikian fokus pada layanan pemerintahan digital. Di Kabupaten Sumedang kita sudah bisa melihat bagaimana seluruh layanan dilakukan secara digital,” katanya.
Tetap Layani Masyarakat Secara Personal
Menurut Rini, transformasi digital harus mempertimbangkan tingkat literasi masyarakat yang berbeda di setiap daerah.
Karena itu, pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan layanan digital mandiri. Pelayanan tatap muka dan jemput bola tetap diperlukan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
“Layanan tatap muka pun harus terus dilakukan karena masih ada masyarakat yang literasinya masih harus kita bantu. Kemudian kita mendorong layanan jemput bola karena masih ada daerah-daerah yang tertinggal, serta layanan mandiri,” tuturnya.
Rini juga mendorong pemerintah daerah menggunakan pendekatan citizen centric, yakni menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar dalam merancang kebijakan dan layanan.
Menurut dia, pemerintah perlu memahami kebutuhan warga sebelum membangun infrastruktur digital.
“Kita harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Ketika kita membuat kebijakan Digital Public Infrastructure (DPI), kita ingin semuanya bisa bergerak bersama-sama,” katanya.
Pendekatan tersebut membuat transformasi digital tidak sekadar mengejar kemajuan teknologi, tetapi memastikan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dony: Teknologi Hanya Alat
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan transformasi digital telah menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sumedang.
Digitalisasi, kata dia, diterapkan tidak hanya untuk pelayanan masyarakat, tetapi juga dalam mendukung kinerja ASN, pengendalian pembangunan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
“Di Kabupaten Sumedang, bentuk pelayanan sudah kita arahkan terdigitalisasi, baik pelayanan kepada masyarakat maupun pelayanan internal bagi ASN. Teknologi kita hadirkan bukan sekadar untuk menunjukkan bahwa pemerintah sudah digital, tetapi untuk memastikan pekerjaan pemerintahan lebih cepat, terukur, transparan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat,” kata Dony.
Dony menyampaikan terima kasih kepada Menteri PANRB atas apresiasi dan motivasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Terima kasih Ibu Menteri atas inspirasi dan motivasi yang telah disampaikan. Tidak semua pemimpin bisa memberikan motivasi sebaik itu, sebermakna itu, dan mengena di hati,” ujarnya.
Ia menegaskan pengembangan teknologi pemerintahan akan tetap diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan.
“Teknologi adalah alat, sedangkan tujuan akhirnya adalah pelayanan yang lebih baik. Digitalisasi harus membuat pelayanan semakin mudah, cepat, transparan dan responsif,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Sumedang ingin memastikan transformasi digital tidak menciptakan jarak baru antara pemerintah dan masyarakat. Teknologi digunakan untuk mempercepat layanan, sementara pendekatan personal tetap dipertahankan bagi warga yang membutuhkan pendampingan.

