Sumedang Siapkan Diri Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Barat
KORSUM.ID – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki fondasi kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Ekonomi Regional Jawa Barat bertema Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal yang digelar di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (23/6/2026).
Dalam paparannya, Dony menyebut terdapat tiga kekuatan utama yang menjadi modal pembangunan Kabupaten Sumedang, yaitu posisi strategis wilayah, kekayaan budaya, dan transformasi digital yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Kawasan Rebana Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Menurut Dony, Sumedang memiliki keuntungan strategis karena menjadi bagian dari Kawasan Rebana yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi metropolitan baru di Jawa Barat.
Wilayah Ujungjaya, Tomo, dan Buahdua menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan tersebut yang didukung berbagai proyek infrastruktur dan kawasan industri.
“Keberadaan Kawasan Rebana merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk menarik investasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Budaya Sunda Tetap Menjadi Identitas Pembangunan
Selain ekonomi dan investasi, Dony menegaskan bahwa pembangunan Sumedang tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Daerah tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda yang menjadi landasan pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam membangun daerah,” katanya.
Menurutnya, pembangunan yang berorientasi ekonomi harus tetap menjaga karakter budaya masyarakat agar tidak kehilangan jati diri.
Sumedang Jadi Rujukan Nasional dalam Digitalisasi
Pada sektor digitalisasi, Dony menjelaskan bahwa Sumedang hingga kini masih menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Lebih dari 200 pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia telah melakukan studi banding ke Sumedang untuk mempelajari berbagai inovasi digital yang dikembangkan pemerintah daerah.
Menariknya, berbagai aplikasi pelayanan publik tersebut dikembangkan secara mandiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sumedang dengan memanfaatkan teknologi open source.
“Digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi instrumen untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan masyarakat, hingga mendorong kolaborasi pembangunan,” jelasnya.
Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Terus Meningkat
Dony mengungkapkan bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang kini telah melampaui angka 75 dan menempatkan Sumedang pada posisi tiga besar kabupaten di Jawa Barat.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi daerah juga mengalami peningkatan seiring bertambahnya investasi dan membaiknya berbagai sektor pembangunan.
“Ekonomi Sumedang terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi terus bertambah, dan dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Antisipasi El Niño dan Penguatan Pertanian
Meski demikian, Dony mengingatkan adanya tantangan yang harus diantisipasi, salah satunya prediksi fenomena El Niño yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melakukan berbagai langkah antisipasi melalui perbaikan jaringan irigasi, optimalisasi sumber air, pembangunan embung, serta penyediaan pompa air bagi kawasan pertanian.
“Kita tidak ingin produksi pertanian menurun karena sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
UMKM dan Investasi Terus Didorong
Selain sektor industri dan pertanian, pemerintah daerah juga terus memperkuat pengembangan UMKM melalui berbagai program pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Bank Sumedang.
Kemudahan pelayanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan layanan digital juga terus diperkuat guna menarik lebih banyak investasi.
Menurut Dony, semakin banyak investasi yang masuk akan memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin membangun Sumedang yang maju, berdaya saing, dan sejahtera melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan budaya yang kuat, digitalisasi yang maju, serta investasi yang terus tumbuh, kami optimistis Sumedang akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat,” pungkasnya.
Baca Juga
- https://korsum.id/ekonomi-sumedang-terus-bergerak-pada-2026/
- https://korsum.id/helmi-yahya-hadir-sumedang-dorong-ekonomi-digital/
- https://korsum.id/bupati-dony-dorong-pembangunan-spam-ujung-jaya/
- https://korsum.id/umkm-cilembu-tembus-pasar-nasional/
- https://korsum.id/sppg-cilembu-serap-50-tenaga-kerja-lokal/
- https://korsum.id/dony-tegaskan-sumedang-puseur-budaya-sunda/
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan paparan Bupati Sumedang dalam Forum Diskusi Ekonomi Regional Jawa Barat mengenai pengembangan ekonomi digital berbasis budaya dan kearifan lokal.

