SUMEDANG – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai masuk ke ruang kelas. Di Sumedang, ratusan guru mengikuti pelatihan khusus agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.
Sebanyak 300 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumedang mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang digelar melalui Program Terpujilah Guru oleh Telkomsel di Sumedang Creative Center, Rabu (13/5/2026).
Program ini dirancang untuk membantu para guru berkembang menjadi edukator, kreator, sekaligus inovator yang mampu memimpin proses pembelajaran di era kecerdasan buatan.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan yang terus berubah seiring perkembangan teknologi digital.
“Ini sebuah kegiatan yang sangat tepat sekali karena berangkat dari tantangan kita bagaimana menghadapi perkembangan teknologi dengan memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran. Ditambah ekspektasi murid akan lebih kepada kita, oleh karena itu kita harus lebih bijak dari murid kita,” ujarnya.
Bupati Dony menegaskan bahwa para guru dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital.
“Untuk menghadapi tantangan tersebut, makanya kita harus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui pengembangan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membangun jejaring kolaborasi seperti yang dilakukan dalam pelatihan AI ini.
“Kegiatan ini salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas guru di Kabupaten Sumedang. Akan jelas bedanya orang yang menggunakan AI dengan tidak. Maka kita manfaatkan teknologi tersebut untuk kemaslahatan,” katanya.
Bupati Dony juga menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas komitmennya menghadirkan program-program edukatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada Telkomsel yang senantiasa bekerja sama dan menyelenggarakan acara bermakna, berdampak, dan bermanfaat,” ucapnya.
Sementara itu, GM Mobile Consumer Business Regional Jawa Barat Anandoz Bangsawan mengatakan Sumedang dipilih sebagai lokasi Program Terpujilah Guru karena dinilai memiliki semangat kuat dalam pengembangan pendidikan berbasis digital.
Program tersebut bertujuan membantu guru berkembang menjadi fasilitator digital melalui pembuatan modul pembelajaran berbasis AI, ruang belajar kolaboratif, serta komunitas berbagi praktik baik antarpendidik.
“Ada tiga fokus yang diangkat dalam pelatihan ini, yaitu produktivitas AI, membuat konten edukatif berbasis AI, dan mendesain visual untuk pembelajaran,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini dapat menciptakan kesetaraan kemampuan guru dalam memimpin pembelajaran di era AI sehingga transformasi digital pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Baca juga:

