SUMEDANG – Kepolisian Resor Kabupaten Sumedang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari pembinaan rohani dan mental personel. Kegiatan keagamaan ini diarahkan untuk memperteguh keimanan dan ketakwaan anggota Polri sekaligus memperkuat orientasi tugas kepolisian yang humanis dan berlandaskan kepedulian sosial.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Masjid Al-Hidayah Polres Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung No. 7, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara. Kegiatan diikuti oleh jajaran pejabat utama dan seluruh personel Polres Sumedang.
Acara peringatan dipimpin oleh H. Atep Saepuloh, yang menyampaikan tausiyah mengenai makna Isra Mi’raj dalam kehidupan umat Islam, khususnya bagi aparatur negara yang memegang amanah pelayanan publik. Dalam penyampaiannya, Isra Mi’raj dimaknai sebagai momentum spiritual untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus meningkatkan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi bagian dari agenda rutin pembinaan keagamaan di lingkungan Polres Sumedang. Melalui kegiatan tersebut, pimpinan kepolisian berharap nilai-nilai religius dapat terinternalisasi dalam sikap dan perilaku personel, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Kapolres Sumedang Sandityo Mahardika melalui Kasi Humas Polres Sumedang Awang Munggardijaya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna strategis bagi pembentukan karakter anggota Polri. Kegiatan ini, kata dia, menjadi sarana untuk memperkuat dimensi spiritual sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel Polres Sumedang, sehingga dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas yang mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pelayanan yang profesional kepada masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Sumedang.
Menurutnya, tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut personel tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kekuatan moral dan spiritual. Nilai-nilai keimanan diharapkan dapat menjadi pengendali diri dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Ia menambahkan bahwa pembinaan rohani dan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun Polri yang profesional dan berintegritas. Melalui pendekatan tersebut, institusi kepolisian berupaya memastikan setiap personel mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan empati kepada masyarakat.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj juga dipandang sebagai ruang refleksi bersama bagi seluruh anggota Polres Sumedang. Momentum ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam peristiwa Isra Mi’raj.
Selain tausiyah, kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Seluruh personel mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mencerminkan kekompakan internal dan kesungguhan dalam mengikuti pembinaan spiritual.
Polres Sumedang menilai penguatan aspek keagamaan memiliki korelasi erat dengan kualitas pelayanan publik. Personel yang memiliki integritas dan kepekaan sosial dinilai lebih mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj, Polres Sumedang berharap dapat membentuk sumber daya manusia Polri yang tidak hanya taat secara struktural, tetapi juga memiliki kesadaran moral dalam menjalankan tugas. Kesadaran tersebut diharapkan tercermin dalam sikap humanis, pelayanan yang adil, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Dengan penguatan nilai-nilai spiritual ini, Polres Sumedang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian. Peringatan Isra Mi’raj diharapkan menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menjaga kemanusiaan dan harmoni sosial.

