KORSUM.ID, Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Rapat Koordinasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Senin (29/6/2026).
Rapat tersebut juga membahas berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk penguatan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, serta penanganan berbagai kerentanan sosial secara terpadu.
Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, akademisi, hingga berbagai elemen masyarakat.
Bupati: Semua Harus Menjadi Bagian dari Solusi
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa penanganan persoalan sosial tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Menghadapi persoalan seperti ini, baik pemerintah maupun masyarakat harus saling menguatkan, bukan saling menyalahkan. Kita harus bersama-sama mencari solusi. Saya yakin semua memiliki kepedulian dan keinginan yang sama untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Menurut Bupati, pendekatan yang dilakukan harus bersifat preventif, edukatif, persuasif, dan humanis agar mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi perempuan dan anak.
Perkuat Ketahanan Keluarga
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama membentuk karakter generasi muda.
Pemerintah daerah akan mendorong peningkatan pola asuh keluarga, pendidikan karakter, penguatan nilai agama dan moral, layanan konseling, serta literasi kesehatan mental dan kesehatan reproduksi.
Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi juga akan diperkuat untuk mendukung sistem pelaporan, edukasi masyarakat, dan penyusunan data terpadu sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Rencana Aksi Daerah
Bupati meminta perangkat daerah terkait segera menyusun Rencana Aksi Daerah Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang memuat target, indikator keberhasilan, mekanisme pengawasan, serta evaluasi berkala.
“Program yang disusun harus jelas, terukur, dan melibatkan seluruh pihak agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan secara efektif,” katanya.
Sekolah dan Desa Dilibatkan
Dalam sektor pendidikan, pemerintah akan memperkuat pendidikan karakter, etika, literasi digital, serta optimalisasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Sementara itu di tingkat desa dan kelurahan, peran PKK, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga kemasyarakatan akan dioptimalkan untuk melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan, dan pelaporan terhadap berbagai potensi kekerasan maupun kerentanan sosial.
Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban
Pemerintah Kabupaten Sumedang juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan proses penanganan kasus berjalan cepat, profesional, dan memberikan perlindungan kepada korban maupun saksi.
Selain membahas pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, rapat koordinasi turut membahas berbagai isu sosial lain yang berkembang di masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Sumedang.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat memperkuat pendidikan karakter dan komunikasi dalam keluarga sebagai benteng utama menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Mari kita perkuat ketahanan keluarga dan pendidikan karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial serta terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” pungkasnya.

