Wabup Fajar: Pendidikan Agama dan Peran Orang Tua Jadi Benteng Karakter Generasi Sumedang

Wabup Fajar: Pendidikan Agama Bentengi Generasi Sumedang
Wabup Fajar: Pendidikan Agama Bentengi Generasi Sumedang

KORSUM.ID, Sumedang – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pendidikan karakter, pengawasan terhadap anak, serta pendidikan agama sejak usia dini sebagai fondasi membangun generasi yang berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Wabup Fajar saat menghadiri kegiatan Khitanan Massal dalam rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar di GMG Madadiyah (Madinatussalam Al-Ittihad Wal Qodisiyah), Kecamatan Jatinangor, Minggu (28/6/2026).

Menurut Fajar, keberhasilan mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh akhlak, karakter, dan mentalitas yang kuat.

“Sepintar apa pun anak-anak kita, jika tidak memiliki adab dan karakter yang baik, semuanya akan sia-sia. Karena itu, fondasi agama harus menjadi bekal utama bagi generasi penerus,” tegasnya.

Orang Tua Memegang Peran Utama

Wabup Fajar menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Oleh karena itu, orang tua diminta tidak membenarkan setiap kesalahan anak, tetapi memberikan arahan, keteladanan, dan ketegasan agar mereka mampu membedakan perilaku yang benar dan yang salah.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dan diperkuat oleh sekolah serta lingkungan masyarakat.

Bijak Menghadapi Era Digital

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Fajar mengingatkan bahwa anak-anak memang perlu mengenal teknologi, namun penggunaannya harus selalu berada dalam pengawasan orang tua.

Ia mengaku prihatin terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat paparan konten digital yang tidak sesuai dengan usia anak.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak mengakses dunia digital tanpa pengawasan. Mereka memang lahir di era teknologi, tetapi orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mengawasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemkab Sumedang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait upaya pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai bagian dari perlindungan terhadap anak.

Sertifikasi Mengaji untuk Penguatan Karakter

Selain pengawasan di dunia digital, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga terus memperkuat pendidikan keagamaan melalui kebijakan sertifikasi mengaji bagi siswa SD yang beragama Islam.

Menurut Fajar, program tersebut bertujuan membentuk generasi yang cerdas, religius, dan berkarakter.

“Kami ingin anak-anak Sumedang tumbuh menjadi generasi yang cerdas, saleh, dan berakhlak mulia. Untuk mewujudkan itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan para ulama, guru, tokoh agama, dan seluruh orang tua,” katanya.

Penguatan Nilai Moral

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai moral melalui penguatan keluarga, pendidikan agama, serta pendampingan penggunaan media digital.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Mengakhiri sambutannya, Fajar mengapresiasi penyelenggaraan khitanan massal yang dinilai membawa manfaat sosial bagi masyarakat. Ia juga menyerahkan hadiah kepada seluruh peserta khitan sebagai bentuk perhatian dan motivasi.

“Selamat kepada adik-adik yang telah dikhitan. Jadilah anak yang saleh, rajin belajar, patuh kepada orang tua, dan semoga kelak menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.