Wabup Fajar: Prestasi Atlet Sumedang Berawal dari Dedikasi Seorang Pelatih

Di balik setiap atlet berprestasi, ada pelatih yang bekerja dalam senyap. Mereka bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental juara.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila secara resmi menutup kegiatan Penataran Pelatih Tingkat Lanjut KONI Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang berlangsung di Pondokan Hanjuang Hegar, Rabu (7/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fajar menegaskan bahwa penataran bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet di Kabupaten Sumedang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada KONI Kabupaten Sumedang, para narasumber, instruktur, serta seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih merupakan investasi penting bagi masa depan olahraga Sumedang.

Di tengah persaingan olahraga yang semakin kompetitif, prestasi tidak cukup hanya mengandalkan bakat dan semangat atlet. Dibutuhkan pelatih yang memiliki kompetensi, metode latihan yang tepat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia olahraga.

“Jadilah pelatih yang tidak pernah berhenti belajar, tidak cepat puas dengan pencapaian yang ada, dan selalu menghadirkan inovasi dalam proses pembinaan atlet,” pesan Fajar.
Ia juga menyoroti pentingnya persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Menurutnya, keberhasilan sebuah daerah dalam ajang olahraga tidak ditentukan saat pertandingan berlangsung, melainkan dari proses pembinaan yang dilakukan jauh hari sebelumnya.

Dalam penataran tersebut, sebanyak 84 pelatih dari 42 cabang olahraga mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan atlet di Sumedang.

“Kehadiran 84 pelatih dari 42 cabang olahraga dalam penataran ini menjadi modal besar untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan daya saing olahraga daerah,” ungkapnya.

Wabup Fajar mengajak seluruh insan olahraga untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga semangat kebersamaan, dan menjadikan prestasi olahraga sebagai kebanggaan masyarakat Sumedang.

Menurutnya, peran pelatih sangat strategis karena tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

“Pelatih bukan sekadar pengajar teknik, tetapi pembentuk karakter, penanam disiplin, dan pencetak generasi juara. Karena itu, keberhasilan seorang atlet sesungguhnya berawal dari ketulusan dan dedikasi seorang pelatih,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya penataran tersebut, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di cabang olahraga masing-masing dan melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sumedang.

Baca juga:
https://korsum.id/20-insan-pendidikan-sumedang-raih-/⁠
https://korsum.id/guru-paud-sumedang-jadi-penggerak-literasi/⁠
https://korsum.id/perubahan-sumedang-mulai-dirasakan/⁠
https://korsum.id/kenapa-sumedang-berubah-cepat/⁠