SUMEDANG – Ribuan warga memadati sepanjang rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026). Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan yang menampilkan ragam seni dan budaya khas Sunda.
Kirab yang sarat nilai sejarah ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menunggangi kuda sambil menampilkan Mahkota Binokasih asli—peninggalan penting Kerajaan Sunda.
Kirab Budaya Libatkan 27 Daerah di Jawa Barat
Iring-iringan kirab diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Wakil Gubernur, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati, Keraton Sumedang Larang, hingga perwakilan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Rute kirab dimulai dari Keraton Sumedang Larang dan berakhir di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Setibanya di lokasi akhir, masing-masing daerah menampilkan kreasi budaya khasnya, memperlihatkan kekayaan tradisi Tatar Sunda yang masih terjaga hingga kini.
Tari Umbul Jadi Kebanggaan Sumedang
Dalam kirab tersebut, Kabupaten Sumedang turut menampilkan tari umbul sebagai simbol semangat dan kekayaan budaya lokal.
Penampilan ini menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Untuk melihat bagaimana budaya juga mulai menjadi bagian dari pembangunan daerah, baca juga:
👉 https://korsum.id/kdm-minta-jalan-sumedang-kembali-ke-jati-diri-sunda/
Perkuat Identitas dan Dampak Ekonomi
Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan, tetapi juga upaya memperkuat identitas masyarakat Sunda.
“Kirab ini memiliki makna untuk mengingatkan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Sunda, yang salah satunya tercermin dalam Mahkota Binokasih yang ada di Sumedang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak positif kegiatan tersebut terhadap ekonomi dan pariwisata daerah.
“Ini bukan hanya soal budaya, tapi juga memberikan dampak ekonomi dan pariwisata bagi Sumedang,” katanya.
Upaya penguatan budaya ini juga sejalan dengan penataan kota berbasis identitas lokal.
👉 https://korsum.id/penataan-kota-sumedang-berbasis-budaya/Di sektor pendidikan, pemerintah juga mendorong pembentukan karakter generasi muda.
👉 https://korsum.id/hardiknas-sumedang-pendidikan-bermutu/Sementara itu, ribuan pelajar juga difasilitasi untuk berprestasi melalui ajang kompetisi.
👉 https://korsum.id/ajang-talenta-sumedang-2026/
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Gubernur Dedi Mulyadi mengapresiasi semangat masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya.
“Terima kasih kepada Keraton Sumedang Larang dan Pemkab Sumedang juga masyarakatnya yang terus menjaga spirit kebudayaan. Kita bisa melihat bagaimana antusiasme masyarakat begitu luar biasa,” kata Dedi.
Ia juga menilai, ke depan perlu adanya penataan dan pengembangan seni daerah agar semakin kuat dan berkelanjutan.
Sumedang Jadi Pusat Awal Kirab Tatar Sunda
Kabupaten Sumedang menjadi titik awal pelaksanaan Kirab Budaya Tatar Sunda. Secara historis, Sumedang merupakan tempat disimpannya Mahkota Binokasih, simbol penting dalam perjalanan peradaban Sunda.
Kirab ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengajak masyarakat untuk kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Sunda.
🔗 Baca juga:
👉 https://korsum.id/dampak-ai-di-pemerintahan/
👉 https://korsum.id/spbe-sumedang-jadi-contoh-nasional/
Lihat berita Sumedang lainnya:
👉 https://korsum.id/category/pemerintahan/

