KORSUM.ID – Musim kemarau mulai benar-benar dirasakan warga Perum Griya Permata, Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.
Selama sekitar tiga bulan terakhir, warga di Dusun Ciulur RT 01 dan RT 02 RW 11 harus menghadapi menurunnya ketersediaan air bersih. Sumber air yang selama ini digunakan warga tak lagi mampu memasok kebutuhan seperti biasanya.
Air yang dikelola melalui Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BAPESPAM) bersumber dari kawasan Ciulur. Namun, kemarau membuat sumber tersebut mengalami kekeringan.
Kondisi itu membuat warga harus lebih berhemat dalam menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang tiga kali sehari. Bari jeung airnya, tiga hari sekali itu. Bari jeung airna téh dikit. Kalau sumber airnya dari Ciulur, dari mata air,” ujar Heni Rohaeni (66), salah seorang warga.
Heni bersama Enok Mulyati (60) mengatakan persoalan kekurangan air sebenarnya sudah berulang setiap tahun. Hanya saja, tahun ini kondisi tersebut dirasakan sejak Juli hingga September.
“Udah lama. Tiap tahun juga kering. Kalau untuk tahun ini dari bulan Juli, Agustus, September. Tiga bulan, ya,” katanya.
Di tengah keterbatasan pasokan tersebut, warga mendapat bantuan air bersih dari Satbrimob Polda Jabar bersama manajemen Persib.
Sebanyak 32 ribu liter air dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga Cimalaka pada Kamis (10/9/2026).
Wadanyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar AKP Saepudin mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari kegiatan membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini sesuai dengan yang sudah direncanakan dan yang sudah berjalan. Kita, khususnya di Kabupaten Sumedang ini, atas perintah dari Satbrimob Polda Jabar bekerja sama dengan manajemen Persib, Bapak Haji Umuh, kita sudah melaksanakan kegiatan pemberian atau pendistribusian air bersih ke warga masyarakat yang membutuhkan,” kata Saepudin.
Ia menyebut kegiatan serupa juga dilakukan di wilayah Tanjungsari. Dengan demikian, terdapat dua titik penyaluran air bersih di Kabupaten Sumedang pada hari tersebut.
“Termasuk hari ini, kita ada dua tempat yang kita laksanakan, yaitu di daerah Cimalaka dan di daerah Tanjungsari. Untuk penyaluran air ke Cimalaka ini, kurang lebih 32 ribu liter,” ujarnya.
Saepudin berharap air yang disalurkan dapat langsung membantu warga yang terdampak kekeringan.
“Harapan pimpinan, harapan kami juga, apa yang kami lakukan ini betul-betul bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Kepala Desa Trunamanggala Hendrik Ardiana juga menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
Ia berharap penyaluran air bersih tidak berhenti pada bantuan kali ini, terutama jika musim kemarau masih berlangsung dan sumber air warga belum kembali normal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Satbrimob Polda Jabar dan manajemen Persib, Pak Umar Muchtar, yang telah mendistribusikan air bersih kepada warga kami, khususnya,” ujar Hendrik.
“Mudah-mudahan pendistribusian air bersih ini bermanfaat bagi kami dan mudah-mudahan selalu terkondisikan, dan pendistribusian ini akan terus berlanjut,” sambungnya.
Bagi warga, bantuan tersebut setidaknya menjadi penyangga di tengah pasokan air yang semakin terbatas. Sebab, meski sumber air mengering, kebutuhan rumah tangga tetap berjalan setiap hari.
Warga bahkan masih harus membayar penggunaan air meski pasokannya terbatas.
“Biasanya kalau per bulan itu bayar (air) ada enam puluh. Kadang-kadang ada yang sok gening gitu. Abi seratus tilu lima sebulan kemarin,” pungkasnya.
