Ketua PSBS Sumedang Minta Semua Pihak Tahan Diri, Jaga Kondusivitas dan Nama Baik Sumedang

SUMEDANG, KORSUM.ID – Menyikapi situasi yang berkembang di Kabupaten Sumedang, Ketua Paguyuban Seniman Budayawan Sumedang (PSBS), Dede Suhendar, mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan bersama-sama menjaga kondusivitas Sumedang.

Dede meminta persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat diserahkan kepada tim investigasi. Ia mengajak masyarakat untuk tetap mengawal proses tersebut agar berjalan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan.

“Kami meminta agar semua orang dapat menahan diri demi Sumedang yang kondusif. Kita serahkan kepada tim investigasi dan mari kita kawal,” ujar Dede Suhendar.

Terkait aksi demonstrasi, Dede menegaskan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara dan dijamin oleh undang-undang. Namun, ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan damai, tanpa tindakan anarkis maupun meluas ke persoalan lainnya.

Baca Juga  Sandiwara Miss Tjitjih Akan Digelar di Sumedang

“Untuk demo, semua orang berhak dan dijamin dalam UU dalam menyampaikan pendapat. Tapi ini juga kami minta agar dapat dilakukan tanpa anarkis, apalagi sampai ke mana-mana,” katanya.

Dede juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga nama baik Sumedang yang dikenal sebagai daerah yang sarat dengan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.

Menurutnya, kesalahan yang dilakukan oleh seseorang tidak seharusnya kemudian digeneralisasi kepada seluruh kelompok, profesi, keluarga maupun daerah.

“Logikanya, bila tubuh kita ada panunya, masa kita salahkan badan seluruhnya? Atau keluarga kita ada yang melakukan kesalahan, tapi tidak bisa kita menyebut seluruh keluarga itu bersalah,” ungkapnya.

Baca Juga  INAFOC Dan FIFA Tinjau Stadion Latihan Piala Dunia U-20, Polres Sumedang Lakukan Pengamanan

Ia menegaskan bahwa Sumedang memiliki sejarah dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, ia berharap persoalan yang berkembang tidak semakin melebar hingga mencoreng nama baik masyarakat Sumedang.

“Sumedang bukan kota brengsek. Jadi kami meminta Saudari Ismi agar menarik ucapan tersebut,” tegas Dede.

Selain persoalan tersebut, Dede juga menyoroti pernyataan yang dinilai menyudutkan profesi guru di Sumedang.

Menurutnya, profesi guru tidak semestinya digeneralisasi atau dikaitkan dengan kesalahan yang dilakukan oleh individu tertentu.

“Ditambah dengan menyudutkan profesi guru di Sumedang, ini juga kami tidak bisa terima,” ujarnya.

Baca Juga  Pemda dan Kejari Sumedang Teken MoU Penanganan Masalah Hukum Perdata dan TUN

Dede berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kepala dingin, menghormati proses investigasi, serta menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, persatuan dan nama baik Sumedang agar tetap menjadi daerah yang kondusif serta menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.