Pejabat Sumedang Dilatih AI, Cara Ambil Keputusan Mulai Berubah

AI pemerintahan Sumedang
pelatihan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) hasil kolaborasi antara Pemkab Sumedang dengan PT PLN Icon Plus di Aula Tampomas, Kamis (30/4/2026).

SUMEDANG – Teknologi kecerdasan buatan kini bukan lagi milik perusahaan besar. Di Sumedang, para kepala dinas mulai didorong menggunakan AI untuk mengambil keputusan—lebih cepat, lebih akurat, dan berbasis data.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kini mulai masuk ke level pimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Seluruh kepala dinas didorong untuk tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga menggunakannya dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Langkah ini dinilai penting di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan akurat.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh kepala dinas hasil kolaborasi dengan PT PLN Icon Plus, yang berlangsung di Aula Tampomas, Kamis (30/4/2026).

AI Jadi Alat Bantu Keputusan, Bukan Sekadar Tren

Pelatihan ini bertujuan membekali para pimpinan perangkat daerah agar mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan teknologi ini, kinerja organisasi diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu memberikan layanan publik yang lebih cepat serta tepat sasaran.

Untuk melihat bagaimana transformasi digital sudah mulai diterapkan di Sumedang, baca juga:
https://korsum.id/sumedang-jadi-contoh-nasional-ini-rahasia-digitalisasi-pemerintahannya/

Dorong Perubahan Cara Kerja Pejabat

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa pelatihan AI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Pelatihan ini adalah upaya kita untuk berpikir jauh ke depan dalam memanfaatkan teknologi. AI bisa membantu kita merumuskan kebijakan dengan cepat, tepat, dan sesuai harapan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan AI akan membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan cara kerja pejabat.

“AI ini menjadi instrumen untuk mempermudah dan mempercepat pengambilan keputusan. Karena itu, manfaatkan teknologi untuk mempercepat kinerja kita,” katanya.

Terlihat Perbedaan yang Memanfaatkan Teknologi

Dengan AI, proses analisis yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini bisa dilakukan dalam hitungan menit. Ini menjadi perubahan besar dalam cara pemerintah merespons kebutuhan masyarakat.

Bupati juga menyoroti bahwa ke depan akan terlihat jelas perbedaan antara pejabat yang memanfaatkan teknologi dan yang tidak.

Dalam konteks ini, AI bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan respons terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Untuk memahami konsep digitalisasi pemerintahan yang lebih luas, baca juga:
https://korsum.id/apa-itu-spbe-sumedang/

Targetnya: Pelayanan Lebih Cepat dan Tepat

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga implementasi nyata di setiap dinas.

“Pelatihan ini pasti meningkatkan kompetensi jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan ditindaklanjuti. Output-nya, para kepala dinas harus mampu menggunakan AI untuk memecahkan berbagai persoalan di dinas masing-masing,” katanya.

Dengan pemanfaatan AI, pemerintah daerah berharap pelayanan publik bisa menjadi lebih responsif, efisien, dan berbasis data.

Baca Juga : https://korsum.id/manfaat-spbe-bagi-masyarakat/