Wabup Fajar Ingatkan Warga: Dekati Pengajian, Jauhi Bank Emok

Dekati Pengajian Jauhi Bank Emok

SUMEDANG – Wakil Bupati Kabupaten Sumedang M. Fajar Aldila menghadiri Tabligh Akbar dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyambutan Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan tersebut digelar di Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kamis (5/2/2026), dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan pesan moral dan sosial kepada masyarakat. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus lebih waspada terhadap praktik pinjaman informal yang membebani ekonomi keluarga, khususnya fenomena Bank Emok yang selama ini marak di lingkungan masyarakat.

Wabup Fajar menekankan pentingnya peran pengajian sebagai ruang pembinaan spiritual dan sosial. Menurutnya, penguatan nilai keagamaan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki kondisi ekonomi keluarga agar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran utang.

“Mau segimana pun kami kemarin menutup Bank Emok. Tetap sama Ibu-Ibu dikejar. Berarti kami harus menciptakan lapangan kerja mandiri. Khususnya untuk Ibu-Ibu yang ada dirumah,”kata Wabup Fajar.

Ia menilai persoalan Bank Emok tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan penertiban. Pemerintah daerah, kata dia, perlu menghadirkan alternatif ekonomi yang nyata agar masyarakat, khususnya kaum perempuan, memiliki pilihan penghasilan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah menjajaki kolaborasi dengan perusahaan asal Korea Selatan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja rumahan berbasis keterampilan sederhana yang dapat dikerjakan oleh ibu-ibu di tingkat kecamatan.

“Kami minta perkecamatan nanti disiapkan Ibu-Ibunya membuat jaring serabut kelapa, membuat tali tambang untuk kapal laut. Nanti bahan bakunya disiapin dari perusahaan. Ini sedang kami kejar, agar Ibu-Ibu tidak pinjaman ke Bank Emok,”kata Fajar.

Menurutnya, model kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja mandiri tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan demikian, perempuan tetap dapat berperan dalam penguatan ekonomi keluarga sekaligus menjalankan peran domestik.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyinggung potensi ekonomi besar yang ada di Kabupaten Sumedang melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa perputaran uang dari program tersebut mencapai nilai yang sangat signifikan setiap tahunnya.

“Wabup Fajar juga menyebutkan, selama satu tahun di Kabupaten Sumedang ada cash flow sebesar 11 Triliyun dari MBG (Makan Bergizi Gratis).”

Ia mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton dalam program berskala besar tersebut. Menurutnya, warga memiliki peluang untuk terlibat secara langsung, baik sebagai pemasok bahan pangan maupun pelaku usaha pendukung.

“Jadi menurut saya kalau bapa Ibu tidak masuk didalamnya. Ibu bisa buat teras hejo,kalau yang berternak nanti bisa dibeli untuk dapur MBG atau SPPG yang ada,”ujar Fajar.

Wakil Bupati menilai keterlibatan masyarakat dalam rantai ekonomi lokal menjadi kunci agar manfaat program pemerintah dapat dirasakan lebih merata. Dengan memanfaatkan potensi lokal, ia berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat tanpa ketergantungan pada pinjaman berbunga tinggi.

Di hadapan jamaah, Fajar juga mengaitkan pesan ekonomi tersebut dengan nilai-nilai keagamaan yang diperingati dalam Isra Mi’raj. Menurutnya, peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab, yang relevan dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Saya secara pribadi mohon maaf apabila ada salah kata, salah ucapan. Saya mendoakan agar bapa Ibu diberikan keberkahan, murah rejeki, kesehatan dan yang paling penting selalu ada dalam lindungan Allah SWT,”pungkasnya.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi dengan tausiyah oleh KH Asep Fu’ad. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak memperkuat keimanan dan menjadikan nilai-nilai ibadah sebagai landasan dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat sehari-hari.