KORSUM.ID, BANDUNG – Kompetisi sepak bola antarpesantren bertajuk Bintang Bola Santri Jawa Barat (Jabar) 2026 segera digelar. Turnamen ini disiapkan sebagai wadah bagi para santri untuk mengembangkan bakat sepak bola sekaligus membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan antarpesantren.
Ketua Panitia Penyelenggara Bintang Bola Santri 2026, Jandri Ginting, S.H., M.H., mengatakan kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya membuka ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
Menurutnya, turnamen ini tidak sekadar berorientasi pada persaingan di lapangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pola pembinaan atlet muda di lingkungan pesantren agar semakin terarah dan berkelanjutan.
“Melalui Bintang Bola Santri 2026, kami berharap muncul talenta-talenta sepak bola potensial dari lingkungan pesantren yang nantinya mampu berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Jandri kepada wartawan di Bandung.
Targetkan 16 Tim dari Pesantren se-Jawa Barat
Panitia menargetkan sedikitnya 16 tim dari pondok pesantren di Jawa Barat mengikuti kompetisi tersebut. Dengan perkiraan 25 pemain dalam setiap tim, jumlah peserta diproyeksikan mencapai sekitar 400 santri.
Jandri menilai Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola di lingkungan pesantren. Berdasarkan data yang disampaikan panitia, jumlah pondok pesantren di Jawa Barat pada 2026 diperkirakan mencapai 12.977 hingga 13.005 lembaga, dengan jumlah santri sekitar 646.143 orang.
Besarnya potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
Panitia berharap Bintang Bola Santri tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan sepak bola usia muda yang terintegrasi, berjenjang, dan berkelanjutan.
Peserta Berusia di Bawah 17 Tahun
Bintang Bola Santri Jabar 2026 diperuntukkan bagi pemain berusia di bawah 17 tahun dengan ketentuan tahun kelahiran mulai 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2012.
Setiap pemain diwajibkan menunjukkan akta kelahiran dan dokumen kependudukan yang sah untuk memastikan kesesuaian identitas serta persyaratan usia.
Dalam proses pendaftaran, panitia akan menyediakan formulir dan aplikasi kepesertaan. Tim yang mendaftar selanjutnya harus melengkapi data serta album pemain untuk menjalani pemeriksaan dan verifikasi oleh tim skrining.
Pemain yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan mendapatkan kartu identitas peserta atau ID Card sebagai tanda kelayakan mengikuti pertandingan.
Mekanisme verifikasi ini disiapkan untuk memastikan peserta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Empat Lokasi Pertandingan Disiapkan
Untuk menunjang pelaksanaan turnamen, panitia menyiapkan sejumlah alternatif lokasi pertandingan di Kota Bandung, yakni Stadion Arcamanik, Stadion Sidolig, Lapangan Lodaya, dan Lapangan Saraga ITB.
Namun, lokasi pertandingan yang akan digunakan masih perlu dipastikan berdasarkan penetapan akhir panitia.
Selain memperebutkan gelar juara, peserta juga berkesempatan memperoleh penghargaan individu dan peluang pengembangan karier sepak bola.
Juara pertama akan mendapatkan trofi, medali, serta uang pembinaan. Sementara itu, tim peringkat kedua dan ketiga akan menerima medali dan uang pembinaan.
Panitia juga menyiapkan kesempatan beasiswa pendidikan sepak bola bagi 11 pemain terbaik yang terpilih melalui pemantauan atau scouting.
Program tersebut diharapkan membuka jalan bagi para santri yang memiliki kemampuan menonjol untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Pesantren Diajak Segera Mempersiapkan Tim
Jandri mengajak pengelola pondok pesantren, pembina olahraga, dan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan Bintang Bola Santri Jabar 2026.
Ia berharap turnamen tersebut dapat memperkuat hubungan antarpesantren sekaligus memberikan kesempatan kepada santri untuk berkembang melalui prestasi olahraga.
“Kami berharap Bintang Bola Santri Jabar 2026 menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarpesantren sekaligus membuka peluang bagi para santri yang memiliki potensi di bidang sepak bola untuk berkembang dan meraih prestasi,” pungkasnya.
Panitia mengimbau pondok pesantren yang memiliki tim sepak bola untuk mulai mempersiapkan pemain dan melengkapi persyaratan pendaftaran.
Dengan adanya kompetisi ini, santri diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan, menjaga kebugaran, dan menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga dapat berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi olahraga.
