Wisata  

Petik Anggur di Sumedang, Bisa Panen Sendiri Mulai Rp120 Ribu

wisata petik anggur Sumedang
wisata petik anggur Sumedang

SUMEDANG – Sensasi memetik anggur langsung dari pohonnya kini bisa dirasakan di Sumedang, dan mulai menarik perhatian warga.

Wisata petik anggur kini hadir di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Berlokasi di Desa Karyamukti, Kelompok Wanita Tani (KWT) Jatiputri menghadirkan kebun anggur modern dalam greenhouse yang bisa dikunjungi masyarakat.

Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa langsung memetik buah anggur segar dari pohonnya. Sensasi ini menjadi daya tarik baru, terutama bagi keluarga dan pecinta wisata edukasi.

Petik Anggur Langsung dari Pohon

Di dalam greenhouse yang tertata rapi, berbagai jenis anggur tumbuh subur. Salah satu varietas unggulan adalah Baikonur yang dikenal memiliki rasa manis dan tekstur yang khas.

Konsep wisata petik buah seperti ini mulai diminati masyarakat karena memberikan pengalaman langsung yang berbeda dibanding sekadar membeli buah di pasar.

Harga untuk menikmati pengalaman petik anggur ini cukup terjangkau, mulai dari Rp120.000.

Inovasi Irigasi Jadi Kunci Sukses

Keberhasilan budidaya anggur ini tidak lepas dari inovasi sistem irigasi. Air dari sungai dimanfaatkan dengan cara dipompa menggunakan listrik, sehingga kebutuhan air tetap terpenuhi sepanjang tahun.

Metode ini terbukti efektif, terutama saat musim kemarau, dan menjadi contoh penerapan pertanian modern di tingkat desa.

👉 Baca juga:
https://korsum.id/pompa-listrik-sumedang-tingkatkan-panen/

Arahkan ke Pertanian Modern dan Hidroponik

Ketua KWT Jatiputri, Juju, mengatakan bahwa pengembangan tidak akan berhenti di anggur saja.

“Kedepan, kami ingin tidak hanya anggur, tapi juga sayuran dan buah lainnya dengan sistem hidroponik,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kelompok.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Selain menjadi wisata edukasi, kebun ini juga diarahkan sebagai pemasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil pertanian, termasuk anggur dan komoditas lainnya, direncanakan akan menjadi bagian dari kebutuhan dapur MBG di wilayah Tomo dan sekitarnya.

Apresiasi dari Bupati Sumedang

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengapresiasi inovasi yang dilakukan KWT Jatiputri.

“Ini contoh nyata bagaimana masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, mampu berinovasi dan menghadirkan pertanian modern bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan.

“Kami akan dorong agar KWT seperti Jatiputri ini bisa menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini peluang besar, karena kebutuhan sayur dan buah sangat tinggi dan harus dipenuhi dari produk lokal,” tambahnya.

👉 https://korsum.id/program-sosial-sumedang/

Wisata Edukasi yang Menjanjikan

Dengan inovasi yang terus berkembang, KWT Jatiputri membuktikan bahwa desa mampu menjadi pusat pertanian modern sekaligus destinasi wisata edukasi.

Kombinasi antara produksi, edukasi, dan wisata ini menjadikan kebun anggur di Tomo sebagai salah satu potensi baru yang layak dikembangkan di Sumedang.

👉 https://korsum.id/wisata-sumedang-viral-2026/