Setelah Pangeran Sugih yang mengembangkan dunia pendidikan di Sumedang, Pangeran Aria SoeriaAtmadja atau di kenal dengan Nama Pangeran Mekkah adalah Bupati Sumedang ke – 20, setelah Pangeran Soeria Koesoemah Adinata wafat, beliau digantikan oleh putranya yang bernama Raden Sadeli dilahirka di Sumedang pada tanggal 11 Januari 1851.
Sebelum menjadi Bupati Sumedang Raden Sadeli adalah Patih Afdeling Sukapura Kolot di Mangunreja. Pada tanggal 31 Januari 1883 diangkat menjadi Bupati Sumedang dengan memakai gelar Pangeran Aria Soeria Atmadja (1883-1919). Pangeran Soeria Atmadja adalah bupati sumedang terakhir yang mendapat gelar Pangeran, sehingga disebut pangeran panungtung (Terakhir).
Pangeran Aria Soeria Atmadja merupakan pemimpin yang adil, bijaksana, saleh dan taqwa kepada Allah. Raut mukanya tenang dan agung, memiliki disiplin pribadi yang tinggi dan ketat. Kewibawa Pangeran Aria Suria Atmadja sangat besar yang memancar dari 4 macam sumber yakni : a. Kedudukannya sebagai bupati. b. Patuh dan taqwa dalam agama. c. Kepemimpinannya yang tinggi. d. Displin yang tinggi.
Pangeran Aria Soeria Atmadja memiliki jasa dalam pembangunan Sumedang di beberapa bidang, antara lain : 1. BIDANG PERTANIAN Membangun aliran irigasi di sawah-sawah, penanaman sayuran, melakukan penghijauan di tanah gundul dan membangun lumbung desa. Pangeran Aria Suria Atmadja memberi ide bagaimana meningkatkan daya guna dan hasil guna pengolahan tanah, pembuatan sistem tangga (Terasering) pada bukit-bukit dan juga mendirikan sekolah Pertanian di Tanjungsari sampai saat ini masih berjalan dan melakukan kegiatan belajar.

