Sempat Putus Sekolah, Ikhsan Kini Kembali ke Bangku SMP Berkat Kepedulian Banyak Pihak

Ikhsan Tanjungsari
Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila mengunjungi kediaman Iksan di Dusun Kebon Hui Desa Tanjungsari Kecamatan Tanjungsar

SUMEDANG — Kisah haru sekaligus penuh harapan datang dari seorang pelajar di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Ikhsan, siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tanjungsari, sempat harus menghentikan sekolah demi membantu perekonomian keluarga.

Kisahnya menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Ikhsan terlihat berjualan cilok di sekitar Alun-alun Tanjungsari, tepatnya di depan pos pemadam kebakaran.

Sosok Rajin yang Terpaksa Berhenti Sekolah

Teman-teman Ikhsan turut menyuarakan kepedulian melalui media sosial. Mereka menyebut Ikhsan sebagai siswa yang rajin dan memiliki semangat belajar tinggi.

“Teman kami putus sekolah padahal dia rajin. Sekarang berjualan untuk bantu keluarga,” tulis salah satu unggahan.

Pihak sekolah pun membenarkan kondisi tersebut. Meski pendidikan di sekolah tidak dipungut biaya, Ikhsan tetap memilih bekerja untuk membantu keluarganya.

Latar Belakang Keluarga

Diketahui, kondisi keluarga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan Ikhsan. Ia tinggal bersama ayah dan dua adiknya, sementara orang tuanya telah berpisah.

Situasi tersebut membuat Ikhsan merasa perlu ikut berperan dalam membantu kebutuhan ekonomi keluarga.

Perhatian Publik Berbuah Solusi

Kisah Ikhsan yang viral akhirnya mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, langsung mengunjungi kediaman Ikhsan di Dusun Kebon Hui untuk melihat kondisi secara langsung.

“Memang benar Ikhsan sempat berhenti sekolah karena membantu ekonomi keluarga. Pemerintah akan memfasilitasi agar ia bisa kembali sekolah,” ujarnya.

Kembali Menatap Masa Depan

Kabar baiknya, Ikhsan kini dipastikan kembali melanjutkan pendidikannya dan akan kembali duduk di bangku sekolah.

Langkah ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat dan respons cepat pemerintah dapat membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang sempat terhambat.

Kisah Ikhsan tidak hanya menyentuh, tetapi juga menjadi pengingat penting bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, dan gotong royong menjadi kunci untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan.

👉 https://korsum.id/program-sosial-sumedang/