KORSUM.ID, Sumedang – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mendorong Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) Periode 2025–2030 menyusun program kerja yang terukur, memiliki target yang jelas, serta indikator kinerja yang dapat dievaluasi sebagai langkah mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda.
Arahan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) Periode 2025–2030 sekaligus Pengurus Paguyuban Budaya Kecamatan di Gedung Negara Sumedang, Minggu (26/7/2026).
Program Budaya Harus Memiliki Target yang Jelas
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui karya nyata bagi masyarakat.
Ia meminta DKS menyusun rencana strategis lima tahunan yang diterjemahkan menjadi program tahunan lengkap dengan target, indikator keberhasilan, dan penanggung jawab.
“Saya berharap Dewan Kebudayaan Sumedang memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Renstra lima tahun harus dijabarkan menjadi program kerja tahunan lengkap dengan target, indikator kinerja, dan penanggung jawabnya,” ujar Dony.
Menurutnya, dengan indikator yang terukur, setiap capaian organisasi dapat dievaluasi secara objektif.
Seluruh Pengurus Harus Bergerak Bersama
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada ketua, sekretaris, atau bendahara.
Seluruh pengurus harus menjalankan peran sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing demi mencapai tujuan bersama.
Ia mencontohkan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang menjalankan pembangunan dengan indikator yang terukur, seperti penurunan angka kemiskinan, pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga pertumbuhan ekonomi.
Pendekatan serupa, menurutnya, perlu diterapkan dalam pembangunan sektor kebudayaan.
Kepemimpinan Harus Dimulai dari Diri Sendiri
Bupati Dony juga memperkenalkan konsep Leadership Inside Out, yaitu kepemimpinan yang dimulai dari kemampuan mengendalikan diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mengedepankan introspeksi serta mampu membangun kolaborasi dibandingkan saling menyalahkan.
Selain itu, ia mengenalkan konsep Trilogi Kesadaran, yaitu:
- menyadari prinsip diri sendiri,
- memahami prinsip orang lain,
- memahami situasi dan kondisi.
Ketiga prinsip tersebut dinilai penting dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang efektif.
Budaya Jadi Fondasi Pembangunan Sumedang
Bupati menegaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu fondasi pembangunan Kabupaten Sumedang bersama nilai-nilai agama dan pemanfaatan teknologi.
Karena itu, seluruh pemangku kepentingan, termasuk DKS, diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai budaya Sunda dalam setiap program pembangunan.
“Saya mengajak seluruh pengurus DKS untuk bekerja dengan ikhlas, profesional, dan penuh semangat pengabdian. Mari saling menguatkan dan berkolaborasi agar cita-cita menjadikan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda benar-benar terwujud,” pungkasnya.

