“Desa sebenarnya tidak akan kawatir terkait adanya bantuan tersebut, jika bantuannya bisa merata diterima oleh masyarakat yang terdampak Covid-19,” tuturnya.
Dede menambahkan, adapun pengajuan yang dilakukan Desa se-Kecamatan Wado, yaitu 7551 Orang. Namun informasinya yang terealisasi hanya diangka 1000 lebih.
“Desa Sukajadi saja mengajukan 1098 orang, dan yang mendapatkan hanya 65 orang saja. Kalaupun dicover dari DD desa itu belum bisa menutupi sisanya. Dan itu juga terjadi di Desa desa lainnya,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Nenden Dwi Raspati bahwa, dengan adanya kebijakan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 ini, justru membuat bingung bagi pihak Desa.
Terlebih, dari data yang diajukan sebanyak 700 orang, saat ini malah datanya dikembalikan ke pihak Desa.
Baca Juga : Apa Saja Yang Perlu Diketahui Tentang Virus Corona Untuk Melindungi Anda dan Keluarga
“Saya kawatir saja, pengajuan dari Desa Sukajaya tidak terakomodir. Kan kasihan masyarakat, hampir setiap hari mempertanyakan bantuan itu,” ujarnya.
Padahal, sambung Nenden, pihak Desa sudah bekerja maksimal dalam melakukan pendataan. Hanya saja, saat ini data yang diajukan, dikembalikan dan meminta untuk direvisi.
“Mudah-mudahan saja, pihak Pihak Pemerintah Provinsi ataupun Pemkab Sumedang mengetahui permasalahan yang terjadi di tingkat Desa,” harapnya.
Seperti diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat di Kabupaten Sumedang sebagai upaya penanganan dampak Covid-19.
Bantuan tersebut sejumlah Rp500.000 dengan rincian berupa uang tunai sebesar Rp150.000 dan sembako senilai Rp350.000 yang akan diberikan mulai April 2020 ini.

