Bank Sumedang Resmi Bertransformasi Menjadi Perseroda

Bank Sumedang menjadi Perseroda

SUMEDANG – Bank Sumedang menjadi Perseroda setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menetapkan transformasi badan hukum perusahaan daerah tersebut. Agenda itu berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Kamis (20/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang bersama jajaran manajemen.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa perubahan status bukan sekadar formalitas administratif. Transformasi ini diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan, tata kelola, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Transformasi menjadi Perseroda adalah langkah besar dan visioner. Ini bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi perubahan paradigma dalam tata kelola, profesionalisme, dan daya saing. Kita ingin Bank Sumedang tumbuh sehat, kuat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Bupati.

Momentum Evaluasi dan Arah Baru

RUPS tidak hanya membahas perubahan bentuk badan hukum. Forum tersebut juga mengevaluasi laporan kinerja keuangan tahun buku 2025, mengesahkan penggunaan laba, menetapkan remunerasi dan nominasi, serta menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun 2026.

Selain itu, peserta rapat mendiskusikan rencana bisnis ke depan dan strategi penguatan kelembagaan di tengah kompetisi industri perbankan yang semakin ketat. Pemerintah daerah menilai momentum ini penting untuk memastikan arah kebijakan perusahaan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurut Bupati, perubahan menjadi Perseroan Daerah memberi fleksibilitas lebih luas dalam ekspansi usaha. Struktur baru memungkinkan perusahaan memperkuat permodalan dan meningkatkan profesionalisme manajemen.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip good corporate governance, inovasi layanan berbasis digital, serta perluasan akses pembiayaan untuk sektor produktif, terutama pelaku UMKM.

“Bank Sumedang harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Kita ingin transformasi ini berdampak nyata, bukan hanya pada kinerja keuangan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Kinerja dan Kontribusi PAD

Direktur Bank Sumedang, Yanti Krisyana Dewi, memaparkan capaian kinerja perusahaan. Ia menyebut Bank Sumedang saat ini masuk kategori BPR Kegiatan Usaha III (BPR KU III) dengan total aset Rp378,45 miliar dan modal inti Rp76,7 miliar.

“Bank Sumedang menyetorkan PAD sebesar Rp.5,758 miliar, dan memilili satu kantor pusat, 7 kantor cabang dan 7 kantor kas, memiliki 8 ATM Cardless, dan 1 kas keliling dikelola oleh 3 orang anggota dewan pengawas dan 3 orang anggota direksi, jumlah karyawan seluruhnya 124 orang,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan skala operasional yang terus berkembang. Jaringan layanan yang tersebar di sejumlah wilayah menjadi modal penting dalam memperluas inklusi keuangan daerah.

Yanti menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, Bank Sumedang berperan dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah. Salah satu bentuknya melalui penyaluran kredit bersubsidi KURDA bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

“Selain itu turut serta mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan program KEJAR (satu rekening pelajar) melalui Simpel (simpanan pelajar). Tidak hanya itu kami juga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menyalurkan dana tunjangan kinerja, penghasilan tetap, jasa pelayanan, dan sertifikasi PPPK,” pungkasnya.

Tantangan Industri dan Agenda Transformasi

Industri perbankan daerah menghadapi tekanan kompetisi dan tuntutan digitalisasi. Transformasi Bank Sumedang menjadi Perseroda diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Model perseroan memberi ruang pengelolaan yang lebih adaptif, termasuk dalam pengembangan produk dan efisiensi operasional.

Pemerintah daerah berharap perubahan ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja keuangan sekaligus pelayanan publik. Targetnya tidak semata laba, tetapi juga kebermanfaatan sosial dan ekonomi.

“Dengan terselenggaranya RUPS, diharapkan kinerja Bank Sumedang tahun yang akan datang akan lebih baik dengan pelayanan prima yang didukung profesionalisme dan integritas dalam mencapai keuntungan financial dan kemanfaatan yang optimal,” ungkapnya.

Bank Sumedang menjadi Perseroda menandai fase baru dalam perjalanan lembaga keuangan daerah tersebut. Evaluasi tahunan kini terhubung dengan agenda transformasi yang lebih luas: memperkuat daya saing, memperbesar kontribusi PAD, dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat Sumedang.