Sejalan dengan semangat untuk melindungi hak-hak anak atas perlindungan, keamanan dan kelangsungan hidup dan juga hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berkesinambungan, perlu kiranya merumuskan strategi dalam rangka membangun kembali kepercayaan diri anak-anak melalui suatu bentuk kebijakan pendidikan yang lebih realistik, konstruktif dan kreatif diantaranya adalah menghidupkan kembali, “Kaulinan Barudak Urang Lembur”.
Kaulinan Urang Lembur sebagai bagian dari Ethno Pedagogik, dan pendidikan budi pekerti. Di dalamnya mengandung benih pelajaran kedispilinan, kepercayaan diri, kehidupan bersama, dan kepekaan sosial. Bahkan, terpenting adalah muatan akhlak budaya karena menjadi pilar pembentuk karakter anak di masa depan, sebagai manusia sosial. Kaulinan Urang Lembur sebagai permainan tradisional jauh lebih bermanfaat dibandingkan hanya memainkan permainan dalam sebuah gadget, oleh karena ituk masyarakat dituntut ikut menumbuhkan minat anak dalam melestarikan Kaulinan Uang Lembur sebagai permainan tradisional.
Dengan Permainan tradisional kita juga bisa gerak, bebas radiasi, dan yang jelas tidak perlu mengelurkan uang. Selain itu anak-anak juga terasah kreatifitasnya, karena media untuk bermainnya dibuat sendiri
anak-anak yang berpartisipasi dalam festival ini bisa menjadi virus bagi teman-teman di sekitarnya. Jangan sampai, permainan tradisional muncul hanya saat digelarnya sebuah kegiatan seni dan budaya saja.

