Sumedang, KORSUM.ID – Pemerintah Kabupaten Sumedang menghibahkan aplikasi e-Office, e-Office Desa, dan e-SAKIP serta transfer ilmu pengetahuan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Pemberian aplikasi secara gratis tersebut disampaikan langsung Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah pada Selasa 7 Februari 2022 di Command Center IPP Sumedang.
Di Command Center Sumedang Bupati Anna beserta rombongan berdiskusi bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir terkait SPBE yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU terkait kerja sama yang difokuskan pada e-Government, termasuk hibah aplikasi e-Office, e-Office Desa, dan e-SAKIP serta transfer ilmu pengetahuan.
“Kami datang ke sini untuk mencari ilmu juga meminta inovasi teknologi di Sumedang karena sudah sangat baik. Saya mengapresiasi sekali keterbukaan bupati yang mau berbagi memberikan aplikasinya secara sukarela,” ujarnya.
Bupati Anna mengatakan, walaupun Pemkab Bojonegoro sudah memiliki sistem Satu Data berikut regulasinya, namun belum optimal dilaksanakan karena masih parsial dan belum terintegrasi dengan baik.
Oleh karena itu, ia berencana mengadopsi aplikasi yang telah dimiliki Sumedang untuk segera diterapkan di Bojonegoro.
“Sistem integrasi data kami masih belum optimal. Ke depannya kami ingin terapkan aplikasinya dan kami tindak lanjuti. Beberapa OPD lainnya datang kembali ke Sumedang, berguru SPBE,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan, pertemuan itu merupakan wahana silaturahmi dan sharing pengalaman guna meningkatkan peran Pemda dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di masing-masing daerah.
“Intinya kami saling belajar dan saling berbagi. Ada hal baik di Bojonegoro, kita akan praktikkan di Sumedang. Kalaupun ada yang baik di Sumedang, bisa dipraktikkan juga sebagai ‘best practice’ di Bojonegoro,” katanya.
Dikatakan Bupati Dony, SPBE Sumedang dinilai baik oleh daerah lain, termasuk Bojonegoro, sehingga diharapkan dapat maju bersama melalui perubahan.
“Saat ini mau tidak mau kita harus adaptif. Harus berubah. Salah satunya dengan SPBE. Digitalisasi adalah kunci untuk memajukan daerah,” pungkasnya.

