Sumedang, KORSUM – Rencananya pelaksanaan Assesment Kompetensi Minimum (AKM) untuk murid kelas VIII jenjang SMP/MTs, serta kelas XI jenjang SMA/MA, dan SMK dilaksanakan September 2021, sedangkan pelaksanaan AKM untuk murid kelas V jenjang SD/MI di bulan Oktober 2021.
“Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum, dimana melalui AKM kita bisa memetakan sekolah-sekolah di daerah berdasarkan kompetensi minimum yang harus dipersiapkan. Tapi infrastuktur dibeberapa sekolah masih belum memadai,” Jelas Kepala Seksi kurikulum SD pada Disdik Sumedang Yadi Riyadi Riyadi didampingi Pengawas SD Dahrum Hernayat (15/6/2021).
Yadi Riyadi menerangkan, jika AKM dan survei karakter itu merupakan bagian dari AN. AN digunakan untuk mengukur AKM literasi, numerasi dan survei karakter.
“Output-nya kita mendapatkan hasil kognitif, hasil belajar sosial dan emosional siswa,” lanjutnya.
Untuk jangka panjangnya kata dia, AN ini dapat menggambarkan kinerja satuan pendidikan, kinerja daerah, pemerintah daerah dalam dunia pendidikan. AN merupakan cara untuk memperoleh potret yang komprehensif dari dunia pendidikan.
“Jadi ini tidak hanya mengukur capaian siswa tetapi juga faktor-faktor yang memengaruhi,” kata dia.
Yadi mengatakan AKM akan menilai kemampuan siswa dalam bidang numerasi dan literasi, bukan setiap mata pelajaran seperti dalam ujian sebelumnya.
“Jadi artinya AKM tidak dipakai untuk menentukan kelulusan siswa.
Baca Juga : Butuh Dana Segar Investor, Kampung Makmur Tawarkan Right Issue ke Publik
Meski demikian lanjutnya, asesmen berbasis komputer ini masih menyisakan beberapa permasalahan dan kelemahan teknis yang harus segera dicarikan penyelesaiannya.
“Mulai dari belum merata dan memadainya infrastuktur, sampai kecepatan koneksi internet yang berbeda-beda antar sekolah di Kabupaten Sumedang . Dari 36 tingkat SD di Kecamatan Sumedang Utara hanya satu sekolah yang mampu melaksanakan AKM secara mandiri yakni SD Arrafi.” Ungkapnya
Di samping itu, katanya masih sering terjadi pula permasalahan-permasalahan yang bersifat teknis.
“Permasalahan misalnya komputer server dan komputer klien yang tiba-tiba log off dan lambat, munculnya virus dan pop up browser yang sering tampil. Ia berharap pemerintah dapat membantu memberikan solusi permasalahan di sekolah. Saya berharap pemerintah ikut membantu sekolah-sekolah tersebut,” pungkasnya.

