FKM MBG Sumedang Perkuat Dapur Program Makan Bergizi Gratis

FKM MBG Sumedang

SUMEDANG, 3 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi dengan Forum Komunikasi Mitra MBG (FKM MBG) Kabupaten Sumedang. Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan dapur MBG sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Upaya tersebut mengemuka saat Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima audiensi jajaran FKM MBG Kabupaten Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Selasa (3/3/2026). Pertemuan itu membahas peran strategis para mitra dapur dalam mendukung keberhasilan program MBG di daerah.

Wadah Kolaborasi Mitra Dapur MBG

Ketua FKM MBG Kabupaten Sumedang, Oom Supriatna, menjelaskan bahwa forum tersebut dibentuk untuk menghimpun para owner atau mitra dapur MBG di Kabupaten Sumedang. Forum ini menjadi ruang komunikasi dan koordinasi bagi para pengelola dapur yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis.

Selain memperkuat koordinasi, forum juga berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki daerah. Potensi tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan operasional dapur MBG secara berkelanjutan.

FKM MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dapur. Forum tersebut juga berupaya mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai produksi dan distribusi bahan pangan.

“FKM MBG bertujuan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kami juga ingin membuka lapangan kerja serta turut membantu dan menyukseskan program Bapak Presiden,” ujarnya.

Program MBG dan Penguatan Generasi

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik pembentukan forum tersebut. Ia menilai FKM MBG memiliki peran penting dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan memperbaiki kualitas gizi generasi muda.

Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak hanya sekadar menjalankan kebijakan pemerintah. Program tersebut juga memiliki makna sosial dan moral dalam membangun generasi yang sehat dan kuat.

“Saya sampaikan ini supaya kita lebih mendalami dan menjiwai makna dari hadirnya kita sebagai mitra dapur MBG. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah. Maka dapur MBG merupakan salah satu ikhtiar untuk menguatkan generasi ke depan,” ucapnya.

Bupati mengingatkan agar para mitra dapur mengelola program tersebut dengan penuh kesungguhan. Pengelolaan dapur MBG perlu dilakukan secara profesional agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

“Tidak hanya sebatas menjalankan, tetapi betul-betul dimaknai dan diupayakan secara optimal. Dengan begitu, kita ikut menyelamatkan generasi yang akan datang melalui pemenuhan asupan gizi yang baik,” tuturnya.

Forum sebagai Ruang Pembelajaran dan Penguatan Kapasitas

Selain sebagai sarana komunikasi, FKM MBG juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para pengelola dapur. Forum tersebut dapat digunakan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta meningkatkan kompetensi para mitra.

Bupati menegaskan bahwa seluruh pengelola dapur MBG harus memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut mencakup aspek administrasi, standar operasional, hingga perizinan yang berkaitan dengan keamanan dan kesehatan pangan.

“Forum ini harus memastikan seluruh persyaratan dapur MBG terpenuhi, termasuk perizinan seperti SLHS yang wajib ditempuh pemilik dapur. Laksanakan semuanya sesuai aturan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang solid antara mitra dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Satgas MBG. Kerja sama tersebut menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.

“Kuncinya jangan saling menyalahkan, tetapi harus saling menguatkan. Forum ini harus menjadi wahana solutif dan aplikatif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dapur,” ujarnya.

Integrasi dengan Potensi Ekonomi Lokal

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal. Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, dapur SPPG diarahkan untuk memanfaatkan pasokan bahan pangan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan perencanaan agar koperasi tersebut dapat berperan sebagai pengepul hasil produksi masyarakat. Dengan skema tersebut, kebutuhan bahan pangan dapur MBG dapat dipenuhi sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami sedang menyusun perencanaan agar KDKMP dapat menjadi pengepul dari masyarakat. Dapur membutuhkan ketersediaan dan keberlanjutan pasokan, sehingga potensi lokal harus terintegrasi dengan baik,” tambahnya.

Model integrasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara program MBG dan sektor produksi pangan lokal.

Transparansi Menu dan Kepercayaan Publik

Pada akhir pertemuan, Bupati juga mendorong para pengelola dapur untuk meningkatkan transparansi dalam penyajian makanan. Salah satu langkah yang diusulkan adalah mempublikasikan menu makanan melalui dashboard Makan Bergizi Gratis Sumedang.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung jenis makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka. Selain itu, transparansi menu juga diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG.

“Agar masyarakat bisa melihat dan meyakini bahwa anak-anaknya mengonsumsi makanan yang sehat dan higienis. Ini juga akan mendorong kompetisi yang sehat antar dapur MBG,” pungkasnya.

Melalui penguatan peran FKM MBG Sumedang, pemerintah daerah berharap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi antara pemerintah, mitra dapur, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.