Satu satunya di Sumedang, Berkat BUMDesa Perangkat Desa Citali Tak Pernah Telat Terima Gaji

“Masyarakat yang tidak mempunyai uang, bisa membeli kebutuhannya cara menukar hasil pertaniannya. Jadi kalau yang punya bawang, cabe, buncis ataupun hasil pertanian lainnya, bisa dipakai alat untuk membayar. Dan mereka bisa mengambil kebutuhannya di BUMDesa kami,” ujarnya.

Masih kata Ika, ini adalah bukti Kepala Desa Citali Visioner, dia mendobrak kebiasaan lama bahwa siltap perangkat desa tidak jelas. Dan beliau mengandaikan bagaimana pegawai desa bekerja secara profesional, jikalau perangkat desa tidak bisa dipenuhi haknya berupa Siltap setiap tanggal 1 seperti gaji ASN, TNI dan POLRI.

“Bagaimana bisa, roda Pemerintahan Desa berjalan apabila perangkat masih pabaliut dengan urusan dapurnya masing masing. Hanya karena siltap cair di bulan april dan setiap bulannya tidak menentu tanggal keluarnya,” tegasnya.

Ika menambahkan, dalam waktu dekat, mudahan – mudahan BUMDesa Citali bisa mngcoper semua insentif/kebutuhan belanja pegawai/stakeholder Desa dari mulai perangkat, BPD, RT, RW, Kader, Guru ngaji, Guru Paud dan yang lainnya.

“Dengan begitu, mereka bisa diundang setiap bulan ke Desa untuk menerima insentif, sekaligus dijadikan RAKOR/FGD Tentang Desa supaya lebih maju dan sukses di masa depan,” tandasnya.

Atas keberhasilan BUMDesa Citali tersebut mendapatkan apresiasi dari Kepala DPMD Kabupaten Sumedang, Endah Kusyaman bahwa pihaknya tentunya sangat mengapresiasi atas capaian atau pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh BUMDesa Citali tersebut.

“Di Sumedang baru ini loh, ada BUMDesa yang bisa mengkaper kebutuhan termasuk gaji para perangkat desa. Mudah – mudahan menjadi contoh bagi BUMDesa yang ada di Kabupaten Sumedang. Karena jika perangkat desa menerima gaji teratur diharapkan bisa meningkatkan etos kerja” ucapnya.

Edah menambahkan, saat ini pihaknya terus menerus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada BUMDesa lainnya. Agar bisa menjalankannya dengan baik dan terus berinovasi.

“Di Sumedang itu terdapat BUMDesa pemula, BUMDesa berkembang dan BUMDesa maju. Tugas kita mendorong percepatan supaya BUMDesa itu naik kelas, sehingga desa kita maju dan mandiri,” tandasnya. ** [Acep Shandy].