Sosial  

Penyerahan Zakat Mal Warnai Peringatan Nuzulul Quran di Sumedang

zakat mal Sumedang

SUMEDANG, 10 Maret 2026 – Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Kabupaten Sumedang berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, alim ulama, dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila menyerahkan zakat mal kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang. Penyerahan zakat dilakukan sebagai bagian dari rangkaian acara Peringatan Nuzulul Quran dan Silaturahmi Alim Ulama Tahun 2026 yang digelar di Aula Tampomas PPS, Selasa (10/3/2026).

Acara tersebut dihadiri para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Sumedang. Pertemuan ini menjadi ruang dialog sekaligus penguatan hubungan antara pemerintah daerah dengan para ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.

Nuzulul Quran sebagai Momentum Mendekatkan Diri pada Al-Qur’an

Dalam sambutannya, Bupati Dony menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran tidak seharusnya dimaknai sekadar kegiatan seremonial yang hadir setiap Ramadan.

Menurutnya, momentum turunnya Al-Qur’an harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk lebih dekat dengan kitab suci tersebut.

“Inilah makna penting ketika kita memperingati sebuah peristiwa yang agung dalam sejarah umat manusia dan umat Islam, yakni turunnya kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup, penenang hati, serta kompas dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam perilaku dan tindakan.

Ajakan Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Bupati Dony juga mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat komitmen dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

Ia menilai bahwa perubahan besar dalam kehidupan sosial dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan oleh setiap individu.

“Mari kita kuatkan niat dan tekad, dimulai dari diri kita masing-masing, untuk terus membumikan dan menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan keseharian,” katanya.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi pesan moral bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya relevan dalam konteks spiritual, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Peran Ulama Menjaga Akhlak Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para alim ulama, pimpinan pondok pesantren, serta para pengurus masjid yang selama ini berperan dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Menurutnya, para ulama memiliki peran penting dalam menjaga akhlak masyarakat sekaligus menjadi penyejuk di tengah dinamika kehidupan sosial.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan terima kasih kepada para alim ulama, pimpinan pondok pesantren, ustaz dan ustazah, serta para pengurus masjid yang telah menjadi penjaga akhlak masyarakat, penenang umat, dan penjaga nilai-nilai agama di tengah kehidupan masyarakat. Apalah jadinya Sumedang jika di setiap desa tidak ada ustaz dan ustazah yang mengajak umatnya kepada kebaikan,” ungkapnya.

Keberadaan ulama dinilai tidak hanya penting dalam bidang keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah Daerah Butuh Bimbingan dan Doa

Di akhir sambutannya, Bupati Dony menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari para ulama dan tokoh agama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Nasihat, bimbingan, serta doa dari para ulama dianggap sebagai bagian penting dalam menjaga arah pembangunan daerah agar tetap berada pada nilai-nilai moral dan spiritual.

“Kami pemerintah daerah sangat membutuhkan kehadiran Ibu dan Bapak sekalian untuk mengawal kami, menasihati, membimbing, serta mendoakan kami dalam menjalankan pemerintahan agar senantiasa berada dalam ridha Allah SWT,” tuturnya.

Melalui momentum Nuzulul Quran di Sumedang, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang kuat antara ulama dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.