KORSUM.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang mulai melakukan evaluasi terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Triwulan III Tahun 2026.
Evaluasi tersebut menjadi langkah persiapan menghadapi periode akhir tahun sekaligus memastikan berbagai potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan.
Kegiatan evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang Drs. Kemal Idris, M.Si., M.P.S.Sp. bersama jajaran pejabat dan pegawai Bapenda Sumedang.
Dalam pembahasan tersebut, Bapenda tidak hanya melihat capaian penerimaan daerah dari sisi angka, tetapi juga melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber pendapatan yang masih memiliki peluang untuk ditingkatkan.
PAD Bukan Sekadar Angka Keuangan
Kemal Idris mengatakan, capaian PAD tidak dapat dilihat hanya sebagai angka dalam laporan keuangan daerah.
Menurutnya, setiap penerimaan yang masuk ke kas daerah memiliki keterkaitan dengan kerja aparatur pemerintah sekaligus kontribusi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah.
“Setiap rupiah pajak yang kita kumpulkan adalah modal utama pembangunan Kabupaten Sumedang,” ujar Kemal, Selasa (29/9/2026).
Ia menegaskan, memasuki kuartal terakhir tahun 2026, seluruh jajaran Bapenda harus menjaga konsistensi kinerja, terutama dalam mengawal berbagai sumber pendapatan yang ada.
Potensi Pendapatan Terus Dikawal
Bapenda Sumedang juga mendorong agar pengawasan terhadap sumber-sumber pendapatan terus dilakukan.
Selain memastikan proses pemungutan berjalan optimal, pelayanan kepada masyarakat sebagai wajib pajak juga menjadi perhatian agar tetap mudah, transparan, dan memberikan kenyamanan.
Menurut Kemal, optimalisasi PAD bukan hanya berkaitan dengan pencapaian target administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Karena itu, setiap peluang pendapatan daerah perlu terus dipantau dan dikawal hingga akhir tahun.
Apresiasi untuk Wajib Pajak
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapenda Sumedang menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Menurutnya, peran masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kontribusi wajib pajak menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, capaian PAD 2026 perlu kita kawal bersama,” katanya.
Melalui evaluasi Triwulan III tersebut, Bapenda Sumedang berharap strategi pengelolaan pendapatan daerah pada akhir tahun dapat berjalan lebih maksimal.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kinerja PAD sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
