Alun-Alun Tanjungkerta Disulap Jadi Miniatur Alun-Alun Sumedang, Target Rampung Desember 2026

Revitalisasi Alun-Alun Tanjungkerta Sumedang dengan konsep ruang publik modern
Revitalisasi Alun-Alun Tanjungkerta Sumedang dengan konsep ruang publik modern

KORSUM.ID, SUMEDANG – Wajah baru Alun-Alun Tanjungkerta mulai dipersiapkan. Melalui proyek revitalisasi yang sedang berjalan, kawasan tersebut dirancang menjadi ruang publik modern sekaligus miniatur Alun-Alun Sumedang.

Revitalisasi Alun-Alun Tanjungkerta ditargetkan selesai pada Desember 2026 dan diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjungkerta.

Informasi tersebut disampaikan Camat Tanjungkerta Indra Wahyudinata saat kegiatan Silaturahmi Kepala Desa Memasuki Purna Bakti bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan para kepala desa se-Kecamatan Tanjungkerta di Gedung Negara, Selasa (13/10/2026).

“Alun-alun saat ini sedang dalam tahap revitalisasi dan tadi sudah dilaporkan ke Pak Bupati Dony Ahmad Munir. Proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2026,” ujar Indra.

Baca Juga  Jembatan Cianda dan Sasak Beureum Segera Bangkit Kembali Tahun Ini

Progres Revitalisasi Capai 50 Persen

Indra menjelaskan, revitalisasi Alun-Alun Tanjungkerta menggunakan anggaran lebih dari Rp400 juta yang bersumber dari Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK).

Saat ini, pengerjaan fisik di lapangan telah mencapai sekitar 50 persen.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Salah satu fasilitas yang akan tersedia yakni jalur jogging (jogging track) yang mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

“Konsepnya kurang lebih seperti miniatur Alun-alun Sumedang. Kita sediakan jogging track agar masyarakat Tanjungkerta bisa lebih sehat. Alun-alun ini disiapkan sebagai fasilitas umum multifungsi untuk berbagai kegiatan warga,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Dony: Kinerja SKPD Harus Berdasarkan IKU

Dorong UMKM hingga Ekonomi Desa

Lebih jauh, Indra berharap keberadaan Alun-Alun Tanjungkerta tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak berbagai sektor masyarakat.

Ia menyebut kawasan tersebut diproyeksikan sebagai center of excellence atau pusat keunggulan kawasan yang dapat memberikan dampak terhadap ekonomi lokal.

Menurutnya, ruang publik yang tertata dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kegiatan pendidikan, budaya, hingga aktivitas keagamaan.

“Hadirnya wajah baru Alun-alun ini diharapkan dapat mendongkrak sektor UMKM, pendidikan, budaya, keagamaan, hingga sektor lainnya,” katanya.

Baca Juga  Realisasi Anggaran Covid-19 di Sumedang, Baru Terserap 25 Miliar

Indra berharap revitalisasi tersebut mampu memberikan ruang bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal.

“Terutama bagi para pelaku UMKM agar semakin sejahtera dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) di masing-masing desa,” pungkasnya.

Dengan konsep ruang publik modern yang tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat, Alun-Alun Tanjungkerta diharapkan menjadi ikon baru kawasan sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumedang.