KORSUM.ID – Dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Kementerian Kesehatan RI melakukan pendampingan Rumah Sakit Kabupaten/Kota oleh Rumah Sakit Pendamping.
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan sebagai RS Pendamping bagi 7 RSUD di wilayah Jawa Barat, termasuk RSUD Sumedang, telah melakukan pendampingan baik secara online maupun offline di Tahun 2021.
Demikian disampaikan Tim Kemenkes RI dan RSUP Persahabatan kepada Bupati Dony Ahmad Munir di Ruang Tengah Gedung Negara, Jumat (26/11/2021) kemarin.
Hadir pada kesempatan itu, Direktur RSUD Sumedang Dr.dr. H. Aceng Sholahudin Ahmad, M.Kes, dan Tim Pendampingan RSUP Persahabatan yang dipimpin oleh DR. dr. Yuyun Lisnawati.
Perwakilan RSUP Persahabatan dr. Mohamad Rezha Faizal, Sp.OG(K) mengatakan, pendampingan ini dilakukan bertujuan untuk mempercepat penurunan AKI dan ABI di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Barat.
“Kami diberikan mandat untuk mendampingi 7 RSUD di Jawa Barat, yaitu RSUD Linggajati Kuningan, RSUD Majalengka, RSUD dr. Soekarjo Tasikmalaya, RSUD Sumedang, RSUD Ciamis, RSUD Banjar dan terakhir RSUD Padega Pangandaran,” ujarnya.
Untuk kegiatannya sendiri, dilaksanakan melalui pertemuan online (Online) dan offline (kunjungan).
Sementara itu berdasarkan hasil evaluasi pendampingan, lanjutnya, RSUD Kabupaten Sumedang harus melakukan pemenuhan tatanan dan pelatihan bagi para tenaga kesehatan di rumah sakit.
“Edukasi terhadap tenaga medis dan masyarakat harus terus ditingkatkan dalam mengantisipasi meningkatnya AKI dan AKB. Untuk itu, Pemkab Sumedang juga harus mensupport RSUD Sumedang dan Dinas Kesehatan, dalam mengantisipasi meningkatnya AKI dan AKB ini,” tutur Rezha.
Hal ini diakui, oleh Dr.dr. H. Aceng Sholahudin Ahmad, M.Kes, jika peningkatan kompetensi, skill dan penambahan SDM harus dilakukan di lingkungan RSUD Sumedang dalam menekan AKI dan AKB.
“Adanya audit AKI dan AKB ini. Tentunya kami akan mencari solusi ke depan, yaitu melalui peningkatan SDM, sebagai upaya menekan angka kematian Ibu dan anak di Kabupaten Sumedang,” ujar Aceng.
Pada kesempatan itu, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, bahwa evaluasi dari Tim Pendamping akan menjadi refensi dalam membuat program dan kebijakan untuk menjadi solusi dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sumedang.
Untuk itu, sambung Bupati, RSUD dan Dinkes Sumedang agar segera membuat Rencana Aksi dari rekomendasi Tim Pendamping untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan bayi.
“Saya minta RSUD dan Dinkes segera membuat rencana aksi dari rekomendasi Tim pendamping, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Sumedang,” tegas Bupati.
Bupati juga mengucapkan terimakasih atas pendampingan yang dilakukan oleh Tim kepada RSUD Sumedang.
“Terima kasih, sudah turun langsung ke lapangan, dan memonitor, serta memberikan rekomendasi atas upaya yang harus dilakukan ke depan, untuk menekan angka kematian Ibu dan bayi di Kabupaten Sumedang,” tutur Bupati.

