DARMARAJA, 22 Mei 2025 – Di tengah semilir angin dan suara riuh para pelajar yang tengah mengikuti Asesmen Akhir Kelas IX, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila melangkah pasti memasuki halaman SMP Negeri 2 Darmaraja. Namun, kunjungannya kali ini bukan sekadar rutinitas melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi pendidikan dari sisi yang sering luput: sarana dan prasarana.
Didampingi Camat Darmaraja Widodo Heru Prasstyawan dan Sekdis Pendidikan Eka Ganjar Kurniawan, Wabup tak hanya melihat dari jauh. Ia masuk ke ruang kelas, menelusuri toilet sekolah, hingga berbincang hangat dengan para guru dan siswa. Bahkan, ia menyaksikan langsung keterampilan kreatif para pelajar—sebuah momen yang menurutnya membuktikan bahwa potensi besar bisa lahir dari lingkungan yang mendukung.
“Kalau ingin anak-anak kita tumbuh hebat, kita juga harus ciptakan lingkungan belajar yang layak. Toilet bersih, ruang kelas nyaman, itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Saya minta ini segera ditindaklanjuti. Renovasi harus mulai dari sekarang,” ujarnya lugas, menekankan pentingnya kenyamanan dasar di lingkungan sekolah.
Wabup Fajar menyebutkan bahwa perbaikan toilet akan menjadi prioritas utama, mengacu pada arahan Bupati Sumedang yang menginginkan sekolah tak hanya bersih, tapi juga menarik secara visual.
“Jangan sampai anak-anak enggan ke toilet karena jorok. Kita ingin toilet yang membuat mereka betah dan nyaman,” tambahnya sambil tersenyum.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Eka Ganjar Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyusun skema pembiayaan yang realistis.
“Kita lihat dulu apakah bisa masuk anggaran perubahan tahun ini, atau dialihkan ke anggaran murni tahun depan. Tapi yang jelas, rencana ini kita jalankan,” ujarnya.
Tak hanya berhenti di SMPN 2 Darmaraja, Eka menyebutkan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan ke berbagai sekolah lain di Sumedang. Tujuannya bukan sekadar inspeksi, tetapi untuk menyerap langsung kebutuhan riil di lapangan.
“Ini bukan kunjungan simbolik. Ini bentuk keseriusan pimpinan daerah untuk memperbaiki kualitas pendidikan dari bawah,” tutupnya.
Dengan langkah kecil namun konsisten, Sumedang terus bergerak menuju pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga manusiawi secara lingkungan. Karena pendidikan yang baik, selalu dimulai dari ruang belajar yang layak dan bersih bahkan sejak dari toilet.

