TKD Mulyasari, Jadi yang Pertama Disurvei Tim Percepatan Pembangunan Tol Cisumdawu

Sumedang, KORSUM – Tanah Kas Desa (TKD) Mulyasari, jadi desa yang pertama disurvai Tim Percepatan Tol Pemkab Sumedang dari 5 desa di Kecamatan Sumedang Utara yang terkena lintasan proyek jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan).

Tim percepatan Tol dari Pemkab tersebut dipimpin langsung kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) diikuti sektaris, Kabag Keuangan dan Aset, Kabid Pemerintahan dan Sosial, Kabag Hukum Setda, Kabag Perencanaan dan Pembangunan (Bapeda), Camat Sumedang Utara, BPN, PPK lahan, Kades dan BPD Mulyasari.

Kepala DPMD Endah Kusyaman mengatakan, survei ke tanah pengganti Tanah Kas Desa Mulyasari ini merupakan prasyarat dalam proses selanjutnya pengajukan rekomindasi atau ijin gubernur atas pembebasan lahan desa tersebut.

“Mulyasari merupakan desa yang pertama yang disurvai tim percepatan pembebasan lahan Tol Cisumdawu, dan selanjutnya tim ini akan lakukan kepada desa lain di Kecamatan Sumedang Utara yang terkena jalur lintasan jalan Tol,” kata Endah ketika dikonfirmasi wartawan, di Desa Mulyasari, Selasa (2/2/2021).

Ditempat yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Martin Andreas Panjaitan menyebut, Desa Mulyasari mendapatkan tanah pengganti lebih luas termasuk potensi tanah yang lebih produktif.

“Dari luasan tanah kas desa yang dibebaskan sekitar 820 bata, sementara tanah pengganti lebih luas berupa tanah sawah sekitar 1270 bata. Sehingga dalam pembebasan lahan untuk Tol ini, pihak desa lebih diuntungkan,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil survai ini sebagai rekomindasi atas keluarnya ijin tukar-menukar dari Pemkab Sumedang sehingga bisa dilanjutkan ketingkat provinsi. Dan pihak PPK bisa mengajukan pembayarannya terhadap tanah yang terkena Tol Cisumdawu.

Seperti diberitakan KORSUM sebelumnya, Staf Pendukung Deputi Bidang Koordinasi, Investasi dan Pembangunan Menko Bidang Kemaritiman Niki Ekos Kosasih mengatakan, agenda rapat percepatan Tol Cisumdawu yang digelar di Pendopo IPP Pemkab Sumedang, beberapa waktu lalu.

Dimana kegiatan tersebut, merupakan upaya mengindentifikasi dan memetakan secara detail permasalahan TKD di 22 bidang.

“Kami, targetkan tahun ini (2021) proyek pembangunan jalan Tol Cisumdawu baik sesi 1, 2 dan 3 harus rampung dan akan diresmikan Presiden Joko Widodo,” ujarnya.