SUMEDANG, 27 Februari 2026 – Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Jawa Barat dan masuk lima besar nasional dalam rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang disusun Badan Riset dan Inovasi Nasional. Capaian ini menempatkan Sumedang pada posisi kelima nasional dengan skor 4,04.
Dalam daftar kabupaten tingkat nasional, posisi pertama diraih Kabupaten Badung, Bali, dengan skor 4,21. Disusul Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (4,14), Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (4,14), dan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sumedang menjadi satu-satunya kabupaten dari Jawa Barat yang masuk lima besar.
Indeks Daya Saing Daerah merupakan instrumen pengukuran komprehensif yang menilai produktivitas dan kemajuan wilayah berdasarkan sejumlah pilar, antara lain kualitas sumber daya manusia, ekosistem pasar, inovasi, teknologi, kelembagaan, serta lingkungan pendukung pembangunan.
Indikator Pembangunan Progresif
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta dukungan inovasi pelayanan publik dan transformasi digital.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari kerja bersama dan komitmen kuat seluruh pihak dalam membangun Sumedang secara berkelanjutan. Peringkat pertama di Jawa Barat dan lima besar nasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, inovasi daerah, serta daya saing ekonomi masyarakat,” ujar Bupati, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, posisi teratas di Jawa Barat menunjukkan arah kebijakan pembangunan yang dijalankan telah berada pada jalur yang tepat dan berbasis data.
“Kami terus mendorong transformasi digital, penguatan SDM, serta kolaborasi lintas sektor agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini harus menjadi energi untuk bekerja lebih baik lagi,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Angka
Bupati menegaskan capaian IDSD bukan sekadar penghargaan simbolik. Ia menyebutnya sebagai indikator peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan daya saing ekonomi daerah.
“Prestasi ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa kualitas SDM, tata kelola pemerintahan, serta ekosistem pembangunan di Sumedang semakin kompetitif di tingkat nasional,” ucapnya.
Ia menambahkan penghargaan tersebut bukan tujuan utama pemerintah daerah. Prioritas utama tetap pada kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan ini bagi kami pemerintah daerah bukan menjadi tujuan utama, karena tujuan utama kami adalah mensejahterakan masyarakat, kalaupun ada apresiasi ini adalah bonus bagi kami, sekaligus motivasi untuk mempertahankannya dan terus bekerja lebih keras lagi. Dan semoga penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi warga sumedang, bahwa daerahnya diberikan apresiasi oleh sebuah lembaga nasional,” kata Bupati.
Strategi Penguatan Daya Saing
Keunggulan Sumedang dalam IDSD didorong sejumlah program strategis, seperti penguatan inovasi pelayanan publik, digitalisasi pemerintahan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan ekonomi.
Dengan raihan tersebut, Sumedang tidak hanya menjadi rujukan pembangunan di Jawa Barat, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai model transformasi daerah di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya untuk menjaga tren positif ini melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

