Sumedang – Program Jaminan Pensiun (JP) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan resmi memasuki usia satu dekade sejak diluncurkan pada 1 Juli 2015.
Hingga kini, program tersebut telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 14 juta peserta di seluruh Indonesia.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menyampaikan bahwa, capaian ini menandai perkembangan signifikan dalam sistem jaminan sosial nasional.
“Kepesertaan Jaminan Pensiun tumbuh pesat. Kini tercatat 14 juta peserta, sedangkan program Jaminan Hari Tua sudah mencapai 19 juta,” ujarnya saat Seminar Satu Dekade JP di Jakarta, Senin 4 Agustus 2025.
Sejak pertama kali disalurkan, kata Pramudya, manfaat pensiun berkala telah diterima oleh sekitar 180 ribu penerima, termasuk pensiun survivor bagi ahli waris. Sementara peserta yang belum memenuhi syarat manfaat berkala mendapatkan santunan lumpsum.
Pramudya juga mengingat antusiasme masyarakat di awal program.
“Tahun pertama kami memproyeksikan 600 ribu peserta, tapi sampai akhir 2015 pendaftarnya hampir 7 juta. Ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap jaminan hari tua,” ungkapnya.
Meski begitu, BPJS Ketenagakerjaan mengakui perlunya memperluas cakupan agar lebih banyak pekerja terlindungi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumedang, Haryani Rotua Melasari, menegaskan komitmen untuk meningkatkan layanan di wilayah Priangan Timur dan sekitarnya.
“Kami bertekad menjaga integritas sekaligus meningkatkan layanan agar manfaat Jaminan Pensiun dapat dirasakan oleh lebih banyak pekerja, khususnya di wilayah Priangan Timur,” ucapnya.
Memasuki dekade kedua, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan pertumbuhan kepesertaan sekaligus penguatan tata kelola agar program JP lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja Indonesia.

