SUMEDANG, 24 Februari 2026 – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya Ciromed, Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan Safari Ramadan menjadi agenda rutin pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan pembangunan dan keagamaan secara langsung di tengah jamaah.
Ramadan sebagai Momentum Perubahan
Dalam sambutannya, Bupati Dony menekankan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan dahaga. Ia menilai keberhasilan puasa tercermin dari perubahan sikap setelah bulan suci berakhir.
“Indikator puasa kita diterima adalah ketika setelah Ramadan kita semakin dekat kepada Allah SWT, semakin baik akhlaknya, dan semakin mampu meninggalkan perbuatan buruk,” katanya.
Menurutnya, Ramadan merupakan “sekolah kehidupan” yang melatih umat Islam membangun kedisiplinan, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari.
“Kendali itu ada pada diri kita sendiri. Mau bangun sahur atau tidak, mau membaca Al-Qur’an atau kembali tidur, semuanya pilihan kita. Ramadan melatih kita mengendalikan diri,” ungkapnya.
Dorongan Perbanyak Ibadah dan Sedekah
Pada kesempatan tersebut, masyarakat diajak meningkatkan kebiasaan membaca Al-Qur’an dan memperbanyak sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Ramadan dinilai menjadi waktu terbaik untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus solidaritas antarwarga.
“Ramadan adalah waktu terbaik memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berbagi melalui sedekah. Apa yang kita berikan kepada sesama akan kembali menjadi keberkahan bagi kehidupan kita,” tuturnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya memiliki target ibadah selama Ramadan. Ia mendorong jamaah meningkatkan kualitas ibadah dibandingkan tahun sebelumnya, mulai dari menjaga lisan dan perilaku hingga menyempurnakan pelaksanaan salat tarawih dan khatam Al-Qur’an.
“Jangan sampai seumur hidup kita berpuasa tetapi belum pernah tarawih sampai selesai atau belum pernah khatam Al-Qur’an. Ramadan ini harus lebih baik dari tahun kemarin,” ujarnya.
Ia turut mengajak masyarakat memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan untuk memperbanyak ibadah dalam upaya meraih malam Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan.
Kolaborasi Bangun Sumedang
Selain pesan keagamaan, Bupati Dony menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Sumedang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kemajuan Sumedang tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu dukungan dan kolaborasi seluruh masyarakat agar pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan bersama,” tegasnya.
Safari Ramadan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana masjid sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas ibadah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumedang turut memberikan bantuan kepada 12 guru ngaji non-ASN sebagai apresiasi atas peran mereka dalam membina pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui Safari Ramadan Ciromed, pemerintah daerah berharap nilai spiritual Ramadan dapat berjalan seiring dengan penguatan kebersamaan sosial. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan partisipasi aktif masyarakat, sejalan dengan peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan 2026.

